Berita

India mengirimkan bantuan gandum dan obat-obatan untuk warga Afghanistan/India Head News

Dunia

Demi Kemanusiaan, India Kirim 33.500 Metrik Ton Gandum ke Afghanistan

RABU, 06 JULI 2022 | 19:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

India kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan di tengah krisis ekonomi dan pangan yang semakin buruk di negara tersebut.

Bekerja sama dengan Program Pangan Dunia (WFP), India mengirim 33.500 metrik ton gandum ke Afghanistan melalui perbatasan Attari-Wagah, seperti dikutip dari ANI News pada Rabu (6/7).

Dalam upaya kemanusiaan untuk membantu Afghanistan, India berkomitmen akan mengirim 50 ribu metrik ton gandum ke negara tersebut. Hingga saat ini, India sendiri sudah 15 kali mengirim bantuan gandum ke Afghanistan.


"Komitmen kami untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang Afghanistan tetap teguh," kata jurubicara Kementerian Luar Negeri India, Arindam Bagchi di Twitter pada Kamis (30/6).

Pengiriman bantuan kemanusiaan dari India ke Afghanistan pertama tiba pada 26 Februari, berupa 2.500 ton gandum. Setelahnya, India yang merupakan penghasil gandum terbesar kedua dunia terus mengirim bantuan secara berkala.

Selain gandum, India juga telah mengirim bantuan berupa obat-obatan penting sebanyak 20 ton ke Afghanistan dalam tujuh gelombang. Obat-obatan tersebut termasuk anti-TB hingga vaksin Covid-19.

Afghanistan menghadapi krisis parah setelah negara diambil alih oleh Taliban pada pertengahan Afghanistan pada tahun lalu. Kondisi ini diperparah dengan gempa dahsyat yang baru-baru ini mengguncang Afghanistan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya