Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky/Net

Dunia

Terjadi Perpecahan, Zelensky Kesal Tak Diikutkan dalam Pengambilan Kebijakan Militer

RABU, 06 JULI 2022 | 07:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perpecahan mulai terjadi di Ukraina, dengan para pemimpin militer dilaporkan mengambil keputusan tanpa masukan atau persetujuan Presiden Volodymyr Zelensky.

Dalam pidatonya pada Selasa (5/7), Zelensky menyuarakan rasa frustasi dengan para pemimpin militer karena tidak dilibatkan pada pengambilan kebijakan terkait rekrutmen.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina baru-baru ini mengumumkan pembatasan baru yang mengharuskan wajib militer, cadangan, dan lainnya tunduk pada dinas militer untuk mendapat izin perekrutan teritorial militer dan pusat dukungan sosial untuk meninggalkan wilayah mereka.


Zelensky menyebut keputusan tersebut seharusnya tidak dibuat tanpa masukannya dan hal itu menyebabkan banyak perselisihan.

"Saya melihat ada penilaian yang berbeda dari keputusan seperti itu. Ada kesalahpahaman, dan bahkan kemarahan di masyarakat," kata Zelensky, seperti dikutip dari Newsweek.

Ia kemudian menginstruksikan para pemimpin militer untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang keputusan itu dalam pertemuan pada Rabu (6/7).

"Saya meminta Staf Umum untuk tidak membuat keputusan seperti itu tanpa saya di masa depan," tegasnya.

Langkah itu disambut dengan kritik dari beberapa orang Ukraina. Di media sosial, mereka mengungkapkan kekhawatiran bahwa hal itu secara tidak adil membatasi kemampuan orang untuk bepergian, dan dapat membahayakan ekonomi.

Ketidaksepakatan publik jarang terjadi di antara otoritas Ukraina. Bahkan sejak invasi Rusia, kepemimpinan Ukraina mendapat pujian karena melakukan perlawanan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya