Berita

Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), M. Rico Sinaga/Net

Nusantara

Amarta: Isu Penggunaan Dana Umat, Jangan Sampai Ganggu Kolaborasi ACT dan Pemprov DKI

RABU, 06 JULI 2022 | 04:57 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tidak sedikit kerjasama yang dijalin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang kini ditengarai menggunakan dana umat untuk kepentingan pribadi para petingginya.

Soal kerjasama itu, Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), M. Rico Sinaga memastikan kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan lembaga ACT hanya sebatas untuk kemanusiaan. Salah satunya, ACT digandeng untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Kolaborasi Pemda DKI Jakarta bersama ACT semata-mata dalam bentuk kemanusiaan. Soal dugaan penyelewengan dana umat oleh oknum ACT itu domain polisi dan penegak hukum terkait,” kata Rico Sinaga dikutip Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (5/7).


Menurut Rico, ACT menjadi salah satu kolaborator untuk meredam dampak sosial ekonomi dari wabah Covid-19 tersebut. Salah satunya, melalui peluncuran program Jakarta Care Line bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Jakarta Care Line menjadi bentuk nyata dari sinergi ACT dan Pemprov DKI Jakarta dalam gerakan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB).

Rico menambahkan, proses kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan ACT, selama pendemi Covid-19 hingga saat ini, hanya sebatas kemanusiaan dan tak ada unsur yang merugikan buat masyarakat DKI Jakarta.

“Semoga kasus yang menimpa ACT tak berdampak bagi program-program kemanusiaan yang dijalankan oleh Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya Pemda sudah memiliki Baznas Bazis Provinsi dan Kota yang bisa menampung melayani kebutuhan sosial bagi warganya,” demikian Rico.

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengaku akan melakukan evaluasi kerja sama imbas isu yang menerpa ACT terkait dugaan penyelewengan dana umat.

Dugaan penyelewengan dana donasi umat di tubuh organisasi ACT itu viral di media sosial, salah satunya di Twitter.

“Kami tentu akan melakukan evaluasi semuanya sejauh mana masalahnya sesungguhnya,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/7).

“Kami dapat informasi ada pimpinan yang dianggap bermasalah, tentu nanti kami akan lihat ke depan,” sambungnya.

Meski begitu, Ariza memastikan, kalau selama ini kerja sama dengan organisasi filantropi termasuk ACT itu tidak mengalami masalah.

“Sejauh ini hubungan kami dengan ACT tidak ada masalah termasuk pendistribusian hewan kurban tidak ada masalah. Di satu sisi sama kami kan tidak ada masalah, baik-baik saja,” demikian Ariza.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya