Berita

Tiga Ketua Umum partai Golkar, PAN dan PPP yang tergabung ke dalam Koalisi Indonesia Bersatu/RMOL

Politik

Jika Bukan Kendaraan Capres Luar Partai, KIB Harus Deklarasikan Calon Internal

SELASA, 05 JULI 2022 | 21:34 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibangun oleh Partai Golkar, PAN dan PPP diyakini untuk menyiapkan kendaraan politik calon presiden (Capres) di luar kader partai.

Direktur Eksekutif Lanskap Politik Indonesia (LPI) Andi Yusran berpendapat boleh saja elite KIB membela diri bahwa koalisinya dibentuk bukan bukan sebagai kendaraan politik Capres lain. Ia berpendapat, untuk membuktikan itu maka sejatinya memang mereka mengusung calon internal partainya.

"Jika tidak maka prediksi luaran akan benar adanya bahwa koalisi tersebut didesain oleh aktor luar sebagai kendaraan politik Capres yang tidak punya 'perahu'," demikian kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/7).


Sampai saat ini Doktor Politik Universitas Padjajaran ini meyakini bahwa KIB dipersiapkan untuk mengusung kandidat Capres dari luar koalisi.

"Mengingat elektabilitas  dari ketiga ketum partai koalisi , berdasar hasil survei umumnya menempatkan ketiganya diluar lima besar," pungkas Andi.

Selama ini, muncul spekulasi publik bahwa KIB dibentuk untuk menyiapkan kendaraan politik bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai Capres.

Sebab, di tengah elemen relawannya masif konsolidasi, tapi di sisi lain orang nomor satu di Jawa Tengah belum mendapat sinyal restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya