Berita

Presiden Joko Widodo dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky/Net

Dunia

Bukan Misi Perdamaian, Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia untuk "Diplomasi Mie"

MINGGU, 03 JULI 2022 | 15:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Joko Widodo dinilai telah mengecewakan publik karena klaim misi perdamaian yang ia gembar-gemborkan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Terbukti dengan bantahan tidak langsung dari Rusia dan Ukraina yang menyebut Jokowi telah mengirimkan pesan Presiden Volodymyr Zelensky kepada Presiden Vladimir Putin.

Jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov menyebut tidak ada pesan tertulis yang dititipkan oleh Zelensky kepada Jokowi.


"Tidak ada pesan tertulis. Hanya itu yang bisa saya katakan," ujarnya, ketika wartawan mengonfirmasi klaim Jokowi telah menyampaikan pesan Zelensky kepada Putin.

Di sisi lain, Sekretaris Pers Kepresidenan Ukraina, Serhii Nikiforov tampaknya meragukan jika Zelensky telah menitipkan pesan pada Jokowi.

"Untuk bentuk pesan apapun, jika Presiden Ukraina ingin menyampaikannya pada seseorang, ia akan melakukannya secara publik dalam pidato harian," ucap Nikiforov, seperti dikutip Pravda

Berbicara dalam pernyataan bersama Putin di Moskow beberapa waktu lalu, Jokowi mengatakan telah menyampaikan pesan Zelensky kepada presiden Rusia. Jokowi juga menyatakan kesiapan menjadi jembatan komunikasi dua pemimpin tersebut.

"Saya menyampaikan pesan dari Presiden Zelensky kepada Presiden Putin, dan menyatakan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi di antara kedua pemimpin," kata Jokowi.

"Diplomasi Mie"

Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia diklaim membawa misi perdamaian, mendorong dua negara yang tengah berkonflik itu untuk membuka ruang dialog perdamaian, atau gencatan senjata.

Tetapi menurut Nikiforov, pembicaraan antara Zelensky dan Jokowi memiliki fokus pada upaya membuka blokade pelabuhan Ukraina, bukan misi perdamaian.

"Indonesia adalah salah satu importer terbesar gandum dari Ukraina, dan blokade pelabuhan-pelabuhan Ukraina menjadi fokus pembicaraan antara dua presiden," jeasnya.

Dalam hal ini, Ukraina menyatakan blokade dan gangguan ekspor gandum ke Indonesia sepenuhnya merupakan tanggung jawab Rusia.

"Inilah yang dibahas secara detail oleh Volodymyr Zelensky dan Joko Widodo," tambah dia.

Sementara itu, selama pembicaraan dengan Putin, Jokowi menyebut telah mendapatkan jaminan keamanan dari Rusia untuk jalur pasokan pangan dan pupuk.

"Saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan untuk pasokan pangan dan pupuk, baik dari Rusia maupun Ukraina. Ini sebuah berita yang baik," terang Jokowi.

Putin, lanjut Jokowi, juga sudah menjamin keamanan jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama yang melalui laut.

Sebuah analisis dari mantan diplomat Australia, David Engel juga menilai kunjungan Jokowi tidak dimaksudkan untuk misi perdamaian. Alih-alih sebagai upaya Jokowi mengamankan pasokan pangan dan energi demi kepentingannya sebagai warisan di periode terakhir.

""Penilaian terbaik dari kunjungan Widodo ke Kremlin bahwa dia benar-benar berpikir bisa menengahi bahkan gencatan senjata apalagi dialog, itu adalah naif dan tidak adil," kata Enger dalam tulisannya di The Strategist pada 29 Juni 2022.

Engel menyoroti, Indonesia merupakan salah satu pengimpor gandum terbesar di dunia, yang memperoleh 25 persen pasokannya dari Ukraina pada 2021.

Di Indonesia gandum sendiri digunakan untuk membuat mie, salah satu panganan yang paling populer. Tetapi dengan kurangnya paskan gandum, maka banyak harga pangan naik, memicu ketidakpuasan masyarakat, yang dikhawatirkan bisa berujung pada protes besar-besaran.

Jokowi juga tampaknya belajar dari fenomena kenaikan harga minyak.

"Bagi sebagian orang, misi Widodo ke Moskow mungkin akan memunculkan kenangan tentang idealisme (Mohammad) Hatta.. Tapi bagi yang lain, ini setidaknya tentang mie," pungkas kepala Australian Strategic Policy Institute (ASPI) Indonesia itu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya