Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara di Duma/Net

Dunia

Kampanye #NOTOWAR, Ratusan Pejabat Rusia Teken Surat Terbuka Kutuk Perang di Ukraina

MINGGU, 03 JULI 2022 | 14:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ratusan pejabat Rusia telah menandatangani surat terbuka yang berisi kutukan atas konflik militer antara Moskow dan Rusia.

Itu merupakan bagian dari kampanye #NOTOWAR yang diluncurkan oleh Free Russia Foundation.

Sejak invasi dimulai pada 24 Februari, lebih dari 100 pejabat dari berbagai wilayah Rusia menandatangani surat tersebut. Kemudian pada 5 Maret bertambah menjadi 276 pejabat dari berbagai badan, pemerintahan negara bagian maupun lokal.


"Tetapi karena pengenalan tanggung jawab pidana dan administratif untuk mendiskreditkan angkatan bersenjata Federasi Rusia, nama-nama penandatangan telah dihapus," kata Free Russia, seperti dikutip dari situsnya, Sabtu (2/7).

Keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meluncurkan apa yang disebut sebagai operasi militer khusus ke Ukraina memang tidak mencerminkan suara bulat dari pemerintah dan rakyatnya.

Anggota Partai Komunis Federasi Rusia (CPRF) yang cukup vokal menolak keputusan tersebut adalah Mikhail Matveyev dan Vyacheslav Markhaev.

Pada akhir Februari, kepala faksi Partai Komunis Viktor Vorobyov mengatakan apa yang terjadi di Ukraina tidak memiliki pembenaran dalam hukum internasional.

Setelah pernyataan tersebut, Vorobyov dilucuti hak bicaranya di Dewan Negara untuk dua pertemuan.

Masih pada Februari, wakil Duma Kota Viktor Kamenshchikov mengundurkan diri dari partai dan mengumumkan kesiapannya untuk meletakkan mandat wakilnya karena ketidaksepakatan dengan invasi ke Ukraina.

“Saya pada prinsipnya menentang perang,” tegasnya.

Kemudian pada Maret, wakil Voronezh Nina Belyaeva mengutuk operasi khusus, yang mengakibatkan pengusirannya dari partai dan kasus pidana terhadapnya.

Pada akhir Mei, wakil majelis legislatif Primorsky Krai, Leonid Vasyukevich, secara terbuka menuntut agar Putin menarik pasukan dari Ukraina. Tuntutan tersebut juga didukung oleh beberapa anggota partai.

Namun pada Juni, Vasyukevich dan mereka yang mendukung tuntutan tersebut dikeluarkan dari partai.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya