Berita

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal/Net

Politik

Dino Patti Djalal: Seruan Lantang Indonesia Seharusnya Dialamatkan ke Rusia

MINGGU, 03 JULI 2022 | 07:51 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia dengan maksud mendamaikan kedua negara yang tengah berperang itu mendapat sambutan baik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.

Baginya, ide kunjungan Jokowi itu brilian dan bisa membuka jalur komunikasi baru menuju perdamaian kedua negara.

“Misi perdamaian Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia adalah inisiatif Indonesia yang cemerlang dan timely untuk coba akhiri Perang Ukraina,” tegasnya lewat akun Twitter pribadi, Sabtu (2/7).


Menurutnya, kunjungan Presiden Joko Widodo ini dapat memberikan dinamika baru bagi proses perdamaian yang sedang tersendat yang dirintis Sekjen PBB dan Presiden Turki.

Jokowi akan membuka jalur komunikasi baru sehingga misi perdamaian ini bisa menjadi awal yang baik dan menimbulkan harapan.

Namun demikian, Jokowi tentu memiliki tantangan khusus dalam misi kali ini. Tantangan utamanya adalah Rusia masih belum tertarik untuk mengakhiri perang di Ukraina.

“Ini terbukti dari aksi militernya di Ukraina yang kini semakin gencar. Prioritas Rusia saat ini bukan perdamaian namun untuk secara militer taklukkan dan kuasai Ukraina,” tegasnya.

Mantan dutabesar RI untuk Amerika Serikat ini berharap upaya perdamaian dengan Rusia dan Ukraina dapat berlanjut karena situasi di medan perang tampak akan semakin memburuk.

“Seruan lantang Indonesia untuk "menghentikan perang" seharusnya dialamatkan secara khusus & langsung ke Presiden Putin karena sangat jelas Rusia yang menyerang Ukraina, bukan sebaliknya,” tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya