Berita

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson/Net

Dunia

Dihitung Boris Johnson, Putin Sudah 35 Kali Ancam Pakai Senjata Nuklir

JUMAT, 01 JULI 2022 | 16:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Rusia Vladimir Putin sudah berulang kali membuat ancaman untuk menggunakan senjata nuklir di Ukraina. Sehingga dapat dikatakan ancaman tersebut hanya semata gertak sambal semata.

Begitu setidaknya yang dikatakan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang bahkan menyebut Putin sudah 35 kali menggunakan kata "nuklir" dalam ancamannya.

"Ada analisis yang saya pikir telah dilakukan oleh sebuah think-tank, bahwa mereka mencatat sekitar 35 sebutan (nuklir) atau mungkin sedikit lebih sekarang," kata Johnson dalam sebuah wawancara di sela-sela KTT NATO di Madrid pada Kamis (30/6).


Tidak diketahui lembaga think-tank apa yang dimaksud oleh Johnson. Newsweek telah meminta Downing Street untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut.

Johnson mengatakan Putin berusaha untuk mengalihkan invasinya ke Ukraina menjadi pertarungan dengan NATO. Sehingga walaupun ancaman Putin hanya sekadar gertakan semata, NATO tetap harus bersiap.

"Sangat penting bagi kita untuk tidak membiarkan diri teralihkan oleh keributan semacam ini," ucap Johnson.

"Ini tentang serangannya terhadap negara yang sama sekali tidak bersalah, dengan senjata konvensional, dengan artileri, pemboman dengan pesawat, peluru dan sebagainya dan ini tentang hak Ukraina untuk melindungi diri mereka sendiri," tambahnya.

Segera setelah dimulainya invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari, Putin meningkatkan kewaspadaan dengan menempatkan pasukan nuklirnya dalam siaga tinggi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya