Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kritik Penggunaan MyPertamina, PB HMI: Persulit Rakyat Dapatkan BBM

KAMIS, 30 JUNI 2022 | 19:48 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Rencana penerapan aplikasi MyPertamina 1 Juli mendatang terus menuai pro kontra di tengah masyarakat. Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menilai, penggunaan aplikasi tersebut dianggap mempersulit rakyat untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Untuk itu, Ketua Bidang Pembangunan Energi, Migas dan Minerba PB HMI Muhamad Ikram Pelesa meminta PT Pertamina (Persero) tidak membuat inovasi yang dapat membuat gaduh ditengah masyarakat.

Ia menekankan agar BUMN tersebut terlebih dahulu melakukan sosialisasi terhadap rencana penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian Pertalite dan Solar, agar aspirasi atau hambatan dari masyarakat dapat ditemukan solusinya sebelum dilakukan launching aplikasi tersebut.


"Boleh saja aplikasi MyPertamina kita anggap sebagai terobosan yang baik dan mengidentifikasi penggunaan BBM agar tepat sasaran, Akan tetapi jika dipaksakan tanpa edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, kami pastikan pasti terjadi kegaduhan ditengah masyarakat, baik dalam penyesuaian smartphone ataupun penggunaan aplikasinya,” kata Muhamad Ikram dalam keterangan tertulis, Kamis (30/6).

Sebab, kata dia, tidak semua masyarakat mampu mengakses aplikasi menggunakan smartphone ketika membeli bahan bakar minyak (BBM), belum lagi kebijakan tersebut dinilai kontradiksi dengan anjuran Pertamina sebelumnya terkait larangan penggunaan Handphone saat pengisian BBM.

"Tidak semua masyarakat mampu mengakses aplikasi menggunakan smartphone dalam membeli bensin, pertalite maupun solar melalui aplikasi MyPertamina. Mesti download aplikasi bagi pengguna android atau iPhone, bagaimana nasib masyarakat yang tidak memiliki smartphone ? Ini sangat menyusahkan masyarakat. Lagipula apa dibolehkan kita main handphone saat pengisian BBM ?," tandasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah dan DPR RI agar urun rembuk terhadap rencana kebijakan Pertamina mewajibkan penggunaan Aplikasi MyPertamina saat membeli BBM. Karena sangat berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

"Kami sarankan Pemerintah, DPR bersama Pertamina urun rembuk terhadap rencana kebijakan pertamina mewajibkan penggunaan Aplikasi MyPertamina saat membeli BBM. Kebijakan ini mesti tersosialisasilan dengan baik Karena ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, jangan dipaksakan apalagi jika sampai buat gaduh" tutupnya.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Gubernur Fakhiri Raih Golden Leader Award JMSI

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02

1.000 Siswa Yatim Piatu Pemegang KJP Ikuti Try Out Gratis

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30

Pemerintah Timor Leste Didorong Kembali Aktifkan Pas Lintas Batas

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13

DKI Kunci Stok Beras dan Telur, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00

Ilusi Swasembada Pangan Kementan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45

RI Siap Borong Minyak AS Senilai Rp252 Triliun Pekan Depan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28

Kembali Diperiksa BPK, Gus Yaqut Sampaikan Klarifikasi Hingga Konfrontasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13

Ulama Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04

Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Beberkan Kisah Perkuliahan Hingga Skripsi

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50

NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38

Selengkapnya