Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Malaysia: Tuduhan WNI Dianiaya di Tahanan Imigrasi Tidak Berdasar

RABU, 29 JUNI 2022 | 18:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Malaysia membantah laporan terkait adanya dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Depot Tahanan Imigrasi (DTI) Tawau, negara bagian Sabah.

Baru-baru ini, Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) membuat laporan yang menyebut 18 WNI telah meninggal di DTI Tawai pada periode Januari 2021 hingga Maret 2022.

Menurut KBMB, muncul dugaan adanya kekerasan dan penganiayaan yang dialami oleh WNI selama proses penahanan imigrasi.


Namun Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia (JIM), Khairul Dzaimee menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.

“Atas tudingan tersebut, JIM ingin mengklarifikasi bahwa jumlah WNI yang meninggal di Depot Imigrasi Sabah pada tahun 2021 sebanyak 18 orang dan tahun 2022 sebanyak enam orang," kata Khairul, seperti dikutip Astro Awani, Rabu (29/6).

Khairul menuturkan, pihaknya telah mengelola seluruh depot imigrasi di Malaysia dengan standar "The Mandela Rules". Itu adalah peraturan standar internasional terkait dasar-dasar perlakuan narapidana yang ditetapkan oleh PBB pada 17 Desember 2015.

Terkait dengan kematian WNI selama berada di tahanan imigrasi, Khairul menyebut mereka meninggal karena sakit.

“Mereka meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit karena berbagai penyakit seperti gangguan jantung, gangguan ginjal, Covid-19 dan paru-paru berair,” jelasnya.

Otoritas bersama Kementerian Kesehatan Malaysia juga telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan pengobatan, di mana kasus serius langsung dibawa ke rumah sakit pemerintah.

Di samping itu, JIM memiliki prosedur tersendiri untuk mengeluarkan laporan penyebab kematian.

"Jika kematian seorang tahanan karena kesalahan petugas yang bertugas, mereka dapat dengan mudah dilacak dan penyelidikan yang tepat akan dilakukan sesuai dengan hukum," urainya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya