Berita

Alvin Lim bersama sejumlah elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di depan Mabes Polri menuntut agar kasus Indosurya dituntaskan/Ist

Hukum

Kasus Indosurya, Alvin Lim: Petunjuk Jaksa ke Penyidik Polri Tak Masuk Akal

SELASA, 28 JUNI 2022 | 18:41 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pendiri LQ Firm, Alvin Lim merasa ada kejanggalan terhadap penanganan perkara dugaan penipuan dana investasi nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya oleh aparat penegak hukum.

Terkait hal ini, Alvin menyoroti adanya dugaan oknum Kejaksaan yang bermain dalam kasus yang merugikan korban senilai hampir Rp 15 triliun ini.

“Kita lihat oknum ini berasal dari Kejaksaan. Kenapa, karena petunjuk jaksa itu dia memberikan sebuah kunci yang mustahil. Jadi petunjuk itu wajib dipenuhi oleh penyidik Polisi namanya P-19,” kata Alvin saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa sore (28/6).


Alvin membeberkan, petunjuk jaksa kepada penyidik Polri dalam hal ini Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim dianggap tidak masuk akal, yakni meminta agar semua saksi-saksi korban yang tersebar di seluruh Indonesia agar diperiksa.

Jika demikian, kata Alvin, maka dipastikan SDM Polri tidak akan mampu mengcover penanganan kasus, sebab jumlah korban sendiri mencapai ratusan ribu orang. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan saat melakukan pemeriksaan.

“Nah ini sesuatu petunjuk yang mohon maaf, mustahil. Jadi petunjuk jaksa tidak masuk akal,”  beber Alvin.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyampaikan bahwa pihaknya tidak putus akal ketika dua tersangka Indosurya yakni Henri Surya dan Jane Indria harus dilepaskan dari tahanan demi hukum lantaran berkas perkara mentok di Kejaksaan Agung sehingga tidak bisa dinyatakan lengkap P-21.

"Saya minta untuk tolong dipecah saja LP-LP-nya, karena selama ini kita berupaya untuk menyatukan seluruh laporan yang kita terima dari seluruh Polda, Mabes Polri. Kemudian, polda-polda juga kita tarik laporannya, ternyata ini tidak bisa menyelesaikan perkara itu," kata Agus di Bareskrim Polri, Selasa siang.

Agus juga mengarahkan penyidik untuk mencari LP baru terkait dengan kedua tersangka. Agus menegaskan dalam kasus ini, tidak ada asas ne bis in idem, sebab tempat dan waktunya berbeda-beda.

Jenderal bintang tiga itu mendorong masyarakat yang menjadi korban Indosurya untuk membuat laporan. Dia mengaku akan menyelidiki secara parsial. Artinya, setiap LP akan ditangani secara terpisah.

"Kita akan lakukan upaya paksa lagi kepada para tersangka, kita akan lakukan penahanan. Nanti kalau tidak P-21 lagi, kami akan tangkap lagi, tahan lagi dengan LP yang lain, karena korbannya, investornya lebih dari 14.000," ujar mantan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) itu.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya