Berita

Puing-puing bangunan yang hancur akibat gempa 6,1 magnitudo yang mengguncang Afghanistan/Net

Dunia

Tak Punya Sumber Daya, Taliban Batalkan Pencarian Korban Gempa Afghanistan

MINGGU, 26 JUNI 2022 | 07:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taliban memutuskan untuk tidak melakukan pencarian korban gempa yang melanda wilayah pegunungan di tenggara Afghanistan, dekat perbatasan dengan Pakistan.

Sejauh ini, gempa berkekuatan 6,1 magnitudo yang mengguncang pada Rabu (22/6) itu telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menghancurkan sekitar 10 ribu rumah.

Sementara Taliban meminta lebih banyak bantuan internasional, pasokan medis vital di rumah sakit-rumah sakit mulai menipis pada Sabtu (25/6).


Dikutip dari Reuters, pihak berwenang akhirnya memutuskan untuk membatalkan proses pencarian para korban di wilayah pegunungan.

"Yang luka-luka yang kondisinya parah dan perlu dioperasi, (yang) tidak bisa kami lakukan di sini, sudah dikirim ke Kabul," kata seorang manager di sebuah rumah sakit di Provinsi Paktika, bernama Abrar.

Saat ini, Rumah Sakit Darurat di Kabul yang biasanya menerima korban perang juga telah menerima korban gempa.

“Biasanya kami hanya menerima pasien terkait perang atau pasien dalam kondisi yang mengancam jiwa, tetapi dalam kasus ini kami memutuskan untuk membuat pengecualian untuk mendukung rakyat Afghanistan,” kata direktur Rumah Sakit Darurat, Stefano Sozza.

Salah satu pasien, seorang wanita dari distrik Gayan di Paktika, mengatakan sembilan anggota keluarganya telah tewas dalam gempa tersebut.

"Hanya saya yang tersisa. Kaki saya patah, saya tidak punya apa-apa. Saya makan apa yang diberikan Taliban kepada saya," ucapnya.

Gempa dahsyat yang mengguncang Afghanistan terjadi di tengah krisis yang dihadapi negara itu usai diambil alih oleh Taliban pada Agustus tahun lalu.

Setelah Taliban kembali ke tampuk kekuasaan, Afghanistan telah terputus dari banyak bantuan internasional karena sanksi Barat terhadap kelompok tersebut.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya