Berita

Presiden RI, Joko Widodo/Ist

Politik

Jokowi Bawa Resolusi Damai ke Rusia-Ukraina, Pengamat: Relevan, Tapi Efeknya Sangat Terbatas Sekali

SABTU, 25 JUNI 2022 | 01:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Resolusi damai atas konflik antara Rusia dan Ukraina yang akan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia lewat Presiden Joko Widodo alias Jokowi dinilai relevan. Sebagai Ketua KTT G20, Jokowi memiliki niat baik dalam menghadirkan kedamaian bagi dua negara itu.

Pengamat Hubungan Internasional, Pipip A. Rifai Hasan mengatakan, rencana pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia, Vladimir Putin sangat relevan untuk membicarakan resolusi damai.

Sebagaimana tersirat dalam tujuan mulia dari pendirian negara Republik Indonesia, yaitu bertekad untuk ikut serta memelihara perdamaian dunia.


“Saya kira memang sebagai Ketua KTT G20 itu sangat relevan ya, Pak Jokowi mempunyai niat seperti itu, tapi harus disadari juga bahwa saya melihat efeknya akan sangat terbatas sekali, dan tidak bisa diharapkan serta merta Rusia-Ukraina bisa berkompromi atau berdamai,” kata Rifai Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/6).

Menurut akademisi Universitas Paramadina itu, masalah antara dua negara Eropa Timur itu sangat besar, yakni menyangkut kepentingan strategi dua negara itu. Yakni Rusia yang merasa terancam jika Ukraina masuk dalam keanggotaan NATO dan Ukraina pun merasa terancam oleh Rusia bila tidak ada Pprlindungan dari negara sekutu, yakni negara-negara anggota NATO.

“Karena masalah itu sangat besar sekali dan menyangkut kepentingan strategi dari Rusia, dan juga kepentingan barat yang bermain di situ, karena Rusia merasa tidak aman dengan sikap Ukraina yang bermesraan dengan barat,” ucapnya.

Bagi Rifai Hasan, kunjungan ini sebagai hal yang luar biasa. Sebab, Jokowi merupakan presiden pertama di Asia yang akan melakukan kunjungan ke Rusia dan Ukraina.

Namun Rifai Hasan mengingatkan Presiden Jokowi bahwa Rusia memiliki kepentingan yang sangat besar. Sehingga resolusi damai yang dibawa oleh Jokowi tidak akan berpengaruh besar, hingga Rusia meraih apa yang diinginkan.

“Bukan hanya Indonesia ya, tapi ada negara lain juga. Sampai Putin mencapai tujuannya baru mungkin bisa selesai, misalkan melumpuhkan kekuatan militer Ukraina yang kemudian tidak lagi menjadi ancaman bagi Rusia, dan Barat juga harus berpikir ulang untuk tidak memperluas NATO,” jelasnya.

Rifai Hasan mengucap syukur atas sikap Indonesia yang tidak berpihak pada negara manapun baik Rusia atau Ukraina, meski sulit tapi baik bagi Indonesia.

“Kalau kunjungan itu untuk melakukan kompromi perdamaian antara Rusia dan Ukraina saya kira sulit, namun baik buat posisi Indonesia,” tutupnya.

Diketahui rencana kunjungan Presiden Indonesia Jokowi ke Rusia dan Ukraina pada akhir Juni 2022 untuk membahas dampak ekonomi dan kemanusiaan dari invasi Moskow. Rencana Jokowi ke Ukraina dan Rusia itu diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pada Rabu (22/6/) kemarin.

Retno mengatakan, Jokowi akan mengunjungi Kyiv dan Moskwa setelah mewakili Indonesia sebagai negara tamu dalam KTT G7 di Jerman pada 26-27 Juni 2022.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya