Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ahli Virologi Thailand Waspada, Kasus Monkeypox Bisa Meroket karena Perbatasan Dibuka

MINGGU, 19 JUNI 2022 | 08:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ahli virologi terkenal Thailand, Yong Poovorawan mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus cacar monyet karena perbatasan yang akan sepenuhnya terbuka untuk kedatangan asing mulai bulan depan.

Pihak berwenang memperkirakan setidaknya 500 ribu wisatawan akan tiba setiap bulan antara sekarang dan September.

Di Facebok, Yong mengatakan, meskipun tidak ada kasus monkeypox yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Asia Timur atau Tenggara, Thailand harus terus memantau cacar monyet untuk mencegah potensi wabah.


Ia menyebut akan sulit untuk menghentikan penyebaran penyakit jika wabah terjadi, seperti dimuat The Star, Minggu (19/6).

Data menunjukkan, sejak kasus cacar monyet pertama terdeteksi di luar Afrika pada awal Mei, lebih dari 2.000 infeksi telah dikonfirmasi, sebagian besar pada pria berusia antara 20 dan 50 tahun.

Negara-negara yang telah mendaftarkan lebih dari 100 kasus termasuk Inggris, Spanyol, Portugal dan Kanada. Namun, tidak ada kematian yang dilaporkan di luar Afrika, di mana penyakit ini endemik di wilayah tengah dan barat benua itu.

Yong mencatat bahwa penyakit ini dapat menyebar melalui kontak dekat, tetapi dalam kebanyakan kasus gejalanya tidak mengancam jiwa.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya