Berita

Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal bersama isteri saat prosesi panabalan gelar adat Datuk Wira Lela Setia Negeri/Ist

Presisi

Berjasa bagi Adat dan Orang Melayu, Irjen Iqbal Dianugerahi Datuk Wira Lela Setia Negeri

SABTU, 18 JUNI 2022 | 00:48 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal dianugerahi gelar kehormatan adat sebagai Datuk Wira Lela Setia Negeri. Iqbal resmi menyandangnya usai dilakukan proses penabalan gelar dilakukan oleh tokoh adat dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, Jumat pagi (17/6).

Datuk Wira Lela Setia Negeri yang disematkan kepada Iqbal ini lantaran alumnus Akpol 1991 itu dinilai telah berjasa bagi adat dan masyarakat Melayu, khususnya di Kota Dumai.

Saat prosesi penabalan gelar adat, Iqbal didampingi oleh sang istri, Datin Nindya M Iqbal dengan menggunakan busana melayu warna hitam dan corak kuning keemasan.


Hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Riau Syamsuar, Ketua DPRD Riau Yulisman, Wali Kota Dumai Paisal, tokoh adat dari LAMR Kota Dumai dan beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Iqbal mengaku sangat terhormat, dengan gelar yang diterimanya. Ia menyatakan ini adalah anugerah luar biasa.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas penabalan (gelar kehormatan adat) ini. Ini adalah anugerah yang sangat luar biasa bagi saya sekeluarga. Baik saya secara pribadi, keluarga, dan selaku Kapolda," kata Iqbal.

Dumai, ungkap Iqbal tidak ubahnya seperti kampung halamannya sendiri. Sebab, pada pada tahun 2003, Iqbal pernah bertugas di Kota Dumai. Waktu itu ia adalah Wakapolres.

Saat diamanahkan sebagai Wakapolres Dumai, Iqbal mengakui dirinya bergaul dengan siapa saja, semua elemen masyarakat. Ia tak menyangka, saat sekarang menjadi Kapolda Riau, LAMR Kota Dumai menganugerahkan gelar kehormatan adat.

Menurut mantan Kapolda NTB ini, gelar adat yang diterimanya sekaligus merupakan amanah. Ia pun berkomitmen untuk menjaga itu.

"Saya harus menjaga itu, menjaga gelar, menjaga kearifan lokal adat istiadat, dan juga menjaga semangat agar saya melakukan tugas-tugas kepolisian, memelihara keamanan, memelihara ketertiban masyarakat, sebagai pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat," pungkas jebolan Akpol 1991 tersebut.


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya