Berita

Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Mahathir Mohamad memberikan kuliah umum dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta/RMOL

Politik

Begini Pesan Mantan PM Malaysia Mahathir Muhammad Buat Capres Indonesia

JUMAT, 17 JUNI 2022 | 23:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Seorang presiden harus mampu menjadi penghubung lidah dan aspirasi rakyat, tidak egois dengan mendahulukan kepentingannya sendiri.

Demikian antara lain pesan yang disampaikan mantan PM Malaysia Mahathir Muhammad saat memberikan kuliah umum di Rakernas Partai Nasdem di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (17/6).  

Mahathir menegaskan bahwa, seorang presiden harus mampu memahami apa yang dipikirkan dan diinginkan rakyatnya. Yang tak kalah penting, kata dia, seorang presiden haruslah memiliki rasa empati yang tinggi terhadap nasib dan kehidupan rakyat.


“Jikalau sebelum terpilih dia menjadi artikulator ataupun menjadi penyambung lidah rakyat kepada institusi negara serta pada badan pengkaderan agar nasib rakyat terbela,” kata Mahathir.

Setelah menjadi presiden, kata Mahathir, pemimpin harus memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap amanat rakyat dan harus memperjuangkan apa yang diinginkan rakyat demi bangsa dan negara.

"Setelah terpilih menjadi tanggung jawabnya untuk memastikan apa yang diperjuangkan untuk rakyat,” ujarnya.

Dia menambahkan keputusan-keputusan seorang pemimpin harus didasari dengan keinginan rakyat luas, dan menyingkirkan kepentingan kelompok tertentu.

Jika pemimpin hanya memikirkan satu kelompok saja, kata Mahathir, maka negara tersebut akan hancur. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus mengedepankan kepentingan rakyat mayoritas.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya