Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Ist

Politik

Survei LSI Denny JA: Anies Satu Tokoh Terkuat Jadi Capres atau Cawapres dari Pemegang Tiket 3 Poros Koalisi

JUMAT, 17 JUNI 2022 | 12:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tingkat keterpilihan yang tinggi dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tak hanya muncul dalam Rakernas Partai Nasdem yang masih berlangsung hingga hari ini, Jumat (17/6). Juga ditemukan dalam survei terbaru LSI Denny JA.

Menariknya, Anies dianggap cocok dipasangkan dengan figur pemegang tiket dari sejumlah poros koalisi yang berpotensi terbentuk menuju 2024.

Dalam dokumen rilis survei LSI Denny JA yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/6), ada 3 poros koalisi Pilpres 2024 yang potensi terbentuk.


LSI Denny JA menjelaskan, terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memicu terbentuknya dua poros lain. Yaitu Poros Tunggal yang diisi PDIP dan Poros "Sisa Dunia" yang diisi oleh Gerindra, Nasdem, PKB, Demokrat, dan PKS.

"Bagi poros PDIP ataupun poros KIB masih bisa menambah partai lain untuk koalisi, sehingga menutup peluang lahirnya pasangan keempat," tulis LSI Denny JA dalam keterangannya.

Dari 3 poros yang kemungkinan terbentuk tersebut, LSI Denny JA melihat 3 figur yang memiliki tiket masuk ke gelanggang pertarungan Pilpres.

Figur pertama dari Poros Tunggal PDIP ialah Puan Maharani. Figur kedua Airlangga Hartarto dari Poros KIB, dan figur ketiga Prabowo Subianto dari Poros Koalisi Sisa Dunia.

Namun jika dilihat tingkat keterpilihannya, di luar 3 nama tersebut terdapat dua figur yang berada di urutan 3 besar elektabilitas survei LSI Denny JA.

Mereka adalah Anies Baswedan di urutan ketiga dengan elektabilitas 14,6 persen, Ganjar Pranwo di urutan kedua dengan elektabilitas 23,5 persen, dan di urutan pertama Prabowo Subianto dengan elektabilitas 28,9 persen.

"Di luar dua tokoh yang sudah memegang tiket, Prabowo, Ganjar, dan Anies adalah tiga tokoh tertinggi elektabilitasnya," papar LSI Denny JA.

Dilihat lebih rinci, dari tiga figur yang mendapat elektabilitas tertinggi di survei LSI Denny JA ini, Prabowo menjadi sosok yang mengalami penurunan tingkat elektabilitas cukup signifikan jika dibanding pada Pilpres 2019.

Di mana, 3 tahun lalu Menteri Pertahanan ini memiliki elektabilitas hingga mencapai 44,59 persen. Namun sekarang hanya 28,9 persen.

Sementara untuk Anies dan Ganjar tidak memiliki persoalan elektabilitas. Hanya saja, LSI Denny JA melihat satu ganjalan yang membuat mereka sulit melaju di 2024, yakni tidak memiliki kendaraan politik.

Adapun untuk dua figur yang memiliki tiket nyapres di 2024, yakni Puan dan Airlangga, masih memiliki kendala di tingkat elektabilitas.

Pada survei terbarunya ini, LSI Denny JA mendapati elektablitas Puan berada di angka 2,0 persen atau urutan ketujuh. Sementara Airlangga berada di uruutan keenam dengan elektabilitas 4,5 persen.

Kendati begitu, LSI Denny JA masih memetakan 3 poros koalisi yang kemungkinan terbentuk akan mengusung capres yang memiliki tiket. Yaitu Poros Tunggal PDIP mengusung Puan, Poros KIB mengusung Airlangga, dan Poros Sisa Dunia mengusung Prabowo.

"Tiga poros ini bisa berubah jika Gerindra dan PDIP akhirnya bersatu," tutur LSI Denny JA.

Sedangkan untuk peluang Anies dan Ganjar, LSI Denny JA menyimpulkan mereka sebagai figur yang bisa menggeser dua pemilik tiket capres dari 3 poros yang akan terbentuk. Atau, dengan elektabilitasnya yang moncer terbuka kemungkinan dijadikan cawapres.

"Baik Airlangga Hartarto ataupun Puan Maharani masih memiliki waktu 15 bulan (Juni 2022-September 2023 era pendaftaran), untuk menambah elektabilitasnya menjadi capres yang kuat," demikian LSI Denny JA.

Dalam survei terbarunya yang digelar 24 Mei hingga 7 Juni 2022 ini, LSI Denny JA menggunakan metode multi-stage random sampling dengan jumlah responden 1.200.

Teknik pengumpulan data yang digunakan LSI Denny JA adalah dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner, dengan margin of error survei sekitar 2,9 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya