Berita

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga/RMOL

Politik

Reshuffle Beraroma Politis, Jokowi Tak Punya Nyali Goyang Menteri Parpol Pendukungnya

JUMAT, 17 JUNI 2022 | 02:44 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Usai dilakukan perombakan kabinet Indonesia Maju pada Rabu (15/6), mengindikasikan bahwa Presiden Joko Widodo benar-benar tersandera partai pendukungnya.

Demikian pendapat pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (16/6).

Menurut Jamiludin, reshuffle kabinet yang mengganti dua menteri dan tiga wakil menteri terkesan sangat politis. Indikasinya,  kompetensi penggantinya tidak sesuai dengan jabatan yang diembannya.


"Reshuffle juga tidak menyentuh menteri dari partai politik. Padahal beberapa menteri dari partai politik kinerjanya relatif rendah," demikian kata Jamiludin.

Tidak disentuhnya menteri kader parpol, kata Jamiludin mengesankan bahwa sebagai kepala negara Jokowi tidak punya nyali menggoyang delegasi partai pendukungnya.

Lebih jauh, mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini mengatakan bahwa yang nampak dari penunjukkan menteri baru adalah Jokowi ingin mengakomodir pihak-pihak yang berjasa mengantarkannya  pada pilpres 2019.

"Jokowi tak ingin punya hutang politik hingga ia nantinya lengser pada tahun 2024," pungkas Jamiludin.

Pada Rabu pahing kemarin (15/6), Jokowi resmi melantik mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto sebagai Menteri ATR/BPN dan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan sebagai Mendag.

Sementara 3 wakil menteri lainnya yang juga dilantik, diantaranya: Wamen ATR?BPN, Raja Juli Antono, Wamenaker Afriansyah Noor dan WamendagriJohn Wempi Wetipo.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya