Berita

Seminar kebangsaan DPP Partai Nasdem bertajuk “Masa Depan Bangsa di Tengah Maraknya Politik Identitas” di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (16/6)/RMOL

Politik

Ketua Dewan Pers: Politik Identitas Gak Bakal Laku!

KAMIS, 16 JUNI 2022 | 21:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Isu politik berbasis identitas yang digunakan oleh kelompok tertentu pada Pilpres 2019 lalu diyakini tidak akan “laku” lagi jika masih digunakan pada Pilpres 2024 nanti.

Hal itu disampaiakan Ketua Dewan pers Azyumardi Azra dalam Seminar Kebangsaan DPP Partai Nasdem bertajuk “Masa Depan Bangsa di Tengah Maraknya Politik Identitas” di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (16/6).

“Jadi tidak usah khawatir politik identias, gak laku!” tegasnya.


Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengurai, ada beberapa faktor yang mendasari politik identitas di Indonesia tidak akan terjadi begitu serius. Antara lain faktor adanya pembelahan sosiologis maupun kulutural di Indonesia, ini berbeda dengan Eropa dan Amerika.

Selain itu, dari faktor ekonomi. Di Eropa dan Amerika mengalami kemerosotan kemudian imigran yang disalahkan. Ini jauh berbeda dengan di Indonesia yang tidak ada sentimen itu.

Dari faktor agama, masih kata Azyumardi Azra, mayoritas orang Indonesia itu relegius modernnya kuat. Selain itu, moderasi keagamaanya pun juga kuat, itu bisa dilihat dari berbagai agama yang ada di Indonesia.

“Di kalangan muslim kaya gitu, di kalangan kristen kaya gitu, Hindu begitu Buddha begitu, tidak ada kelompok kegamaan yang begitu esktrim, kecuali setelah terjadinya transnasional yang meningkat terutama tahun 2000an,” tuturnya.

“Jadi menurut saya politik identitas gak perlu kita khawatirkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Azyumardi Azra menilai bahwa yang perlu diperkuat saat ini yaitu politik moderasi oleh semua elemen masyarakat termasuk partai politik. Nasdem, dengan spirit restorasi untuk Indonesia yang lebih baik, bisa mengambil peran itu dalam rangka mewujudkan politik kebangsaan.

“Saya rasa banyak hal yang perlu dipulihkan kembali, termasuk yang perlu direstorasi itu demokrasinya. Kalau mau Nasdem sebagai partai restorasi maka yang ini perlu direstorasi, dipulihkan kembali,” ucapnya.

“Jadi tidak usah khawatir politik identias gak laku,” imbuh dia menegaskan.

Terlebih, dua ormas bersejarah yang berkarakter religius mainstream dalam hal ini Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan tinggal diam jika masih ada politik identitas pada Pemilu 2024 nanti. Selain itu, Azyumardi Azra juga menegaskan bahwa Dewan Pers tidak akan tinggal diam melihat gelagat politik identitas.

“Pastilah NU dan Muhammadiyah gak mendukung (politik identitas) sebagai relegius mainstream,” katanya.

“Nah soal media sosial yang menyebarkan macem-macet itu tidak terlalu banyak pengaruhnya memang itu mengacaukan.  pengalaman saya di Dewan Pers kita mencoba berusaha menertibkan mereka, kita berikan kepada mereka jurnalistik yang bener, kode etik kita berikan, kita rangkul media sosial baik yang web basic jurnalis,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya