Berita

Tangkapan layar saat terjadi perampokan di sebuah minimarket/Net

Publika

Rampok Minimarket di Jakarta dan Pencegahan

RABU, 15 JUNI 2022 | 12:19 WIB | OLEH: DJONO W OESMAN

MODUS rampok minimarket di Jakarta kini ada dua: 1) Bersenjata seperti pistol. 2) Di siang bolong. Modus ini membuat polisi sulit mengejar pelaku.

Terbaru, Jumat, 3 Juni 2022 pukul 13.12 di Jatinegara. Lanjut, Selasa, 7 Juni 2022 pukul 12.00 di Cipayung. Keduanya Jakarta Timur.

Perampokan pertama, di Jalan Oto Iskandar Dinata (Otista), Jatinegara, divideokan dan diunggah di medsos hingga viral.


Seorang pelaku pria berkaos hijau, bermasker menutup separo wajah. Masuk minimarket. Berkeliling seperti umumnya pembeli, mencari barang. Sepi, tidak ada pembeli lain.

Lalu pelaku mendekati dua pegawai, pria dan wanita. Menodongkan sebentuk pistol.

Dua pegawai panik, ketakutan. Pelaku mengambil barang-barang di dekat kasir. Antara lain, rokok. Juga uang di laci kasir.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan kepada wartawan, tidak ada korban luka.

Ahsanul: "Kerugian uang di bawah Rp1 juta. Kalau barang, rokok saja yang diambil." Pelaku masih diburu.

Perampokan kedua di Jakarta Timur juga. Siang bolong. Tapi minimarket sedang tidak ada pengunjung. Pada jam segitu biasanya ada saja pengunjung. Tapi, diduga, pelaku sudah 'menggambar' lokasi. Menunggu sampai minimarket sepi.

Pelaku seorang pria. Masuk minimarket, langsung menodongkan sebentuk pistol kepada kasir dan pegawai di sebelahnya. Para pegawai panik, takut.

Lantas pelaku menguras isi laci kasir. Lalu kabur.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung, AKP Maryono, kepada wartawan, Selasa (14/6) mengatakan, pelaku hanya mengambil uang sekitar Rp5 juta. "Tidak ada yang terluka."

Sama seperti dengan perampokan pertama, pelaku juga masih dikejar.

Di dua lokasi itu, kejadian sama-sama terekam kamera CCTV. Postur pelaku, jelas. Cuma, wajahnya sama-sama tertutup masker yang sengaja ditutupkan separo wajah.

Dengan senjata berbentuk pistol, perampokan berlangsung efektif dan cepat. Karena korban tidak berani ambil risiko melawan. Pemilihan waktu di siang bolong, pelaku sudah meminimalisir kecurigaan warga di luar mibimarket.

Perampokan minimarket sudah sangat sering. Polda Metro Jaya sudah memberikan aneka saran bagi pemilik atau pengelola minimarket. Kamera CCTV sudah dimiliki semua minimarket. Tapi permapokan masih juga terjadi.

Pada dua tahun silam, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada pers menyampaikan, pihaknya sudah menyarankan pengelola minimarket menyewa tenaga security. Cukup seorang per minimarket.

Tapi, hampir semua minimarket di Jakarta tidak mempekerjakan security. Yusri menyarankan, para pemilik minimarket memberdayakan masyarakat sekitar untuk menjaga keamanan.

Tapi, imbauan ini juga tidak diterapkan semua minimarket. Sebab, security dan pelibatan masyarakat, berbiaya. Walaupun biaya perampokan bisa lebih besar.

Perusahaan spesialis keamanan minimarket internasional, Paladin Security (berpusat di Kanada), juga menyarankan hal yang mirip dengan Polda Metro Jaya. Tapi, ditambahi tombol yang terhubung dengan kantor polisi terdekat.

Di negara-negara maju, tombol rahasia yang bisa ditekan pegawai toko yang terhubung ke kantor polisi, barangkali efektif. Sebab polisi bisa tiba di lokasi dalam waktu cepat, karena lalu lintas tidak macet.

Sedangkan, di Jakarta dengan kemacetan lalu lintas yang parah, itu tidak efektif. Juga karena, proses perampokan di minimarket rata-rata di bawah lima menit.

Paladin Security punya saran menarik buat pegawai minimarket, jika suatu saat dirampok. Pada saat perampokan berlangsung, disarankan pegawai begini:

Jangan membuat gerakan tiba-tiba. Karena perampok bisa panik dan merugikan Anda.

Hindari menghadapi, menyerang, atau mengejar perampok.

Jangan melakukan kontak mata dengan perampok. Jaga agar tangan Anda selalu terlihat oleh perampok. Karena perhatian perampok selain barang yang bakal dijarah, juga kemungkinan perlawan dari pegawai toko.

Bekerja sama dengan perampok. Lakukan apa yang mereka katakan. Bicara seminimal mungkin, jangan memberi informasi kecuali diminta perampok.

Setelah perampok pergi, jangan buang waktu. Langsung menelepon polisi. Tapi, jangan menyentuh benda atau permukaan di sekitar lokasi. Ini akan jadi bahan penyelidikan polisi.

Beda dengan kebakaran yang bisa dilakukan latihan atau simulasi, tidak pernah ada pelatihan peranpokan bagi pegawai toko. Karena tidak pernah latihan, maka begitu dirampok, langsung panik.

Penulis adalah wartawan senior

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya