Berita

Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya/Net

Politik

Pembukaan Rakernas Nasdem Tanpa Dihadiri Parpol Lain, Willy Aditya: Biar Tidak Saling Kode

SENIN, 13 JUNI 2022 | 17:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Nasdem tidak mengundang partai politik lain maupun tokoh yang masuk bursa calon presiden 2024 pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung mulai 15 hingga 17 Juni 2022 di JCC Senayan, Jakarta. Ada alasan tersendiri kenapa Nasdem bersikap demikian.

Disampaikan Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, pihaknya sengaja tidak mengundang siapapun lantaran dalam rapat kerja ini mereka melakukan konsolidasi pemantapan keorganisasian serta melakukan evaluasi internal dan mengembangkan piranti yang berbasis elektronik.

Alasan lain tidak diundangnya tokoh maupun partai politik adalah agar tidak ada yang saling memberikan kode dukungan terhadap tokoh tertentu.


“Jadi memang (kami) tidak mengundang teman-teman dari partai-partai lain. Ini juga kemudian menjawab biar tidak saling kode gitu nah jadi biar enggak 'bawang putih bawang merah', kok ini diundang ini enggak diundang gitu, jadi biar ini kosong-kosongan aja,” ucap Willy di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Senin (13/6).

Willy menambahkan, dalam Rakernas nanti masyarakat yang akan memberikan penilaian koalisi mana yang cocok untuk Nasdem dalam mengusung calon presiden.

“Ah biar nanti tebak-tebak buah manggis saja koalisinya. Tapi masalah koalisi sekali lagi kata Sekjen tadi kami baru akan melakukan itu setelah Rakernas, setelah tiga nama karena HiVi-nya itu ada di capresnya,” katanya.

Adapun calon presiden yang akan diusung Partai Nasdem nantinya akan diumumkan langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, setelah lima nama diusung dari ranting sampai pusat.

“Jadi capres dulu kita selesaikan nanti kita serahkan kepada ketua umum, ketua umumlah yang kemudian menjadi lokomotif untuk melakukan komunikasi politik dengan partai-partai yang ada,” tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya