Berita

Pemimpin Kim Jong Un memimpin rapat pleno Partai Pekerja Korea (WPK) pada 8-10 Juni 2022/KCNA

Dunia

Fokus Redakan Covid-19, Korut Tingkatkan Pencegahan Epidemi

MINGGU, 12 JUNI 2022 | 16:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Utara mulai menata kembali dan meningkatkan upaya anti-epidemi setelah berhasil meredakan infeksi Covid-19 yang memicu keadaan darurat maksimum.

Agenda seputar langkah-langkah pencegahan epidemi dibahas dalam rapat pleno Partai Pekerja Korea (WPK) pada 8 hingga 10 Juni. Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal WPK, Kim Jong Un.

Mengutip laporan dari KCNA, Kim membuat laporan terkait situasi darurat anti-epidemi. Ia juga membeberkan sejumlah rencana strategis dan taktis untuk meredakan epidemi, termasuk meningkatkan pembangunan dan kapasitas dalam menghadapi krisis.


"Di bawah situasi saat ini, pekerjaan anti-epidemi negara memasuki tahap baru menjadi pencegahan berdasarkan blokade dan pemberantasan epidemi," kata Kim.

Kim menekankan perlunya untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan dan upaya anti-epidemi, serta mengambil langkah-langkah tegas untuk membangun kemampuan pencegahan epidemi negara.

Lebih lanjut, ia membuat tugas-tugas penting yang perlu dilakukan secara menyeluruh, baik oleh kabinet, sektor darurat anti-epidemi, hingga organ-organ peradilan dan keamanan.

"Hanya ketika kebijakan anti-epidemi ditegakkan dengan cara yang ketat, ilmiah dan maju, hal itu dapat terbukti berhasil," tegasnya.

Dalam hal ini, Kim juga meminta seluruh organisasi partai di semua tingkatan untuk membangkitkan kesadaran warga terkait perang anti-epidemi dengan cara yang bertanggung jawab.

Kim juga meminta para pejabat untuk selalu belajar secara rinci tentang dan memahami penegakan sistem anti-epidemi darurat, serta mengambil langkah-langkah tepat waktu.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya