Berita

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe/Net

Dunia

Dihantam Krisis Ekonomi, Sri Lanka Pilih Beli Minyak Murah Rusia

MINGGU, 12 JUNI 2022 | 11:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sri Lanka berencana untuk membeli lebih banyak minyak Rusia di tengah kekurangan bahan bakar yang menghantui karena krisis ekonomi.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan pihaknya akan berusaha mencari sumber lain, tetapi akan terbuka untuk membeli lebih banyak minyak mentah dari Moskow.

"Jika kita bisa mendapatkan dari sumber lain, kita akan mendapatkannya dari sana. Kalau tidak (kita) mungkin harus pergi ke Rusia lagi," ujarnya, seperti dikutip Associated Press.


Dalam wawancaranya pada Sabtu (11/6), Wickremesinghe juga mengindikasikan bersedia menerima lebih banyak bantuan keuangan dari China, meskipun utang negaranya meningkat.

Pada kesempatan itu, Wickremesinghe mengakui krisis yang dihadapi Sri Lanka terjadi karena kesalahan sendiri, tetapi perang di Ukraina membuatnya lebih buruk.

Sri Lanka telah mengumpulkan 51 miliar dolar AS dalam utang luar negeri, tetapi telah menangguhkan pembayaran hampir 7 miliar dolar AS yang jatuh tempo tahun ini.

Dua minggu lalu, Sri Lanka membeli 90.000 metrik tonpengiriman minyak mentah Rusia untuk memulai kembali kilang satu-satunya.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari, harga minyak dunia telah meroket. Sementara Washington dan sekutunya mencoba untuk memotong aliran keuangan yang mendukung upaya perang Moskow, Rusia menawarkan minyak mentahnya dengan diskon yang tajam, membuatnya sangat menarik bagi sejumlah negara.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya