Berita

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin/Net

Dunia

Bahas Laut China Selatan, Menhan Austin: AS Siap Pasang Badan untuk Negara-negara yang Diintimidasi Beijing

MINGGU, 12 JUNI 2022 | 07:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) menyatakan komitmen untuk mendukung negara yang menghadapi kebijakan agresif China terkait klaim teritorial.

Begitu yang dikatakan oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin ketika menghadiri Shangri-La Dialogue di Singapura pada Sabtu (11/6).

Dalam kesempatan itu, Austin menyoroti ketagangan di Laut China Selatan dan Timur, khususnya yang meningkat akibat perluasan armada penangkapan ikan China.


Menurut Austin, China menggunakan pos terdepan di pulau-pulau buatan yang dilengkapi dengan persenjataan canggih di Laut China Selatan untuk memajukan klaim maritim ilegalnya.

Sementara itu, China juga terus memperkuat posisinya di sepanjang perbatasan yang dibaginya dengan India.

“Negara-negara Indo-Pasifik seharusnya tidak menghadapi intimidasi politik, paksaan ekonomi, atau pelecehan oleh milisi maritim,” lanjut Austin, seperti dikutip Anadolu Agency.

"AS akan mempertahankan kehadiran aktif kami di Indo-Pasifik bersama mitra," tambahnya.

Dalam beberapa tahun terakhir lebih fokus pada kawasan Asia-Pasifik, menopang dukungan bilateral dan multilateral karena berusaha menahan pengaruh Beijing yang semakin besar.

Selain aliansi intelijen Five Eyes (terdiri dari Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan AS), Washington juga memimpin Quad yang mencakup Jepang, Australia, dan India.

Washington juga menandatangani pakta AUKUS tahun lalu dengan Inggris dan Australia yang membuka jalan bagi Canberra untuk memperoleh kapal selam bersenjata nuklir.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya