Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

NASA Bentuk Tim Independen Khusus untuk Pelajari UFO

JUMAT, 10 JUNI 2022 | 15:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Badan antariksa Amerika Serikat (AS), NASA, mengumumkan telah meluncurkan studi mengenai unidentified flying object (UFO) atau benda terbang tak dikenal.

Studi dilakukan dengan membentuk tim independen yang akan memulai kerjanya pada musim gugur tahun ini selama sembilan bulan. Dengan biaya tidak lebih dari 100 ribu dolar AS atau Rp 1,5 miliar, studi ini dilakukan terbuka, tanpa data militer rahasia yang digunakan.

Kepala misi sains NASA, Thomas Zurbuchen mengakui mungkin banyak pihak seperti komunitas ilmiah tradisional yang akan melihat NASA berusaha "menjual" dengan menyelidiki topik kontroversial. Tapi ia menegaskan bahwa itu tidaklah benar.


"Kami tidak menghindar dari risiko reputasi. Keyakinan kuat kami adalah bahwa tantangan terbesar dari fenomena ini adalah bahwa ini bidang yang miskin data," kata Zurbuchen, seperti dikutip NZ Herald, Jumat (10/6).

NASA menganggap ini sebagai langkah pertama untuk mencoba menjelaskan penampakan misterius di langit yang dikenal sebagai unidentified aerial phenomena (UAP) atau fenomena udara yang tidak dikenal.

NASA mengatakan tim tersebut akan dipimpin oleh astrofisikawan David Spergel.

Dalam sebuah konferensi pers, Spergel mengatakan satu-satunya prasangka yang masuk ke dalam penelitian ini adalah bahwa UAP kemungkinan akan memiliki banyak penjelasan.

"Saya menghabiskan sebagian besar karir saya sebagai ahli kosmologi. Saya dapat memberitahu Anda bahwa kita tidak tahu apa yang membentuk 95 persen dari alam semesta. Jadi ada hal-hal yang kita tidak mengerti," ujar Spergel.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya