Berita

Sekjen PKS, Aboe Bakar Alhabsy/RMOL

Politik

Belum Capai Threshold, PKS-PKB Buka Pintu bagi KIB dan Parpol Lain Gabung Koalisi Semut Merah

JUMAT, 10 JUNI 2022 | 13:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih membuka peluang kepada partai politik lain untuk bergabung ke Koalisi Semut Merah. Alasannya, tak lain karena dua parpol ini belum mencapai batas minimal threshold untuk mengusung calon pada Pilpres 2024 mendatang.

Pintu akan dibuka untuk semua parpol. Baik yang sudah gabung ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Maupun yang belum memutuskan gabung poros koalisi manapun seperti Nasdem dan Demokrat.

“Artinya tinggal satu partai politik. Ya kita lihat semoga panjang umur dan bisa bertahan. Kita siap dengan Demokrat, kita siap dengan Nasdem, kita siap dengan yang lain, enggak masalah,” kata Sekjen PKS, Aboe Bakar Alhabsy, kepada wartawan, Jumat (10/6).


Bahkan, masih kata Aboe, apabila Koalisi Indonesia Bersatu yang di dalamnya ada Golkar, PAN, dan PPP ingin melebur di Koalisi Semut Merah pun tidak masalah.

“Welcome, kami (PKS) dengan PKB mengundang dengan pintu terbuka, kita bisa dialog. Kalau yang di KIB mau datang, kami enggak menolak. Misal, ketemu lagi PAN atau Golkar, wah cocok nih barang nih,” tuturnya.

Lebih lanjut Aboe menambahkan, untuk capres pihaknya akan mengusung Ketua Dewan Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri. Sedangkan PKB akan mengusung Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

“Kalau kami, mau Cak Imin atau siapapun tidak masalah. Kalau Cak Imin cocok, PKS ready dan siap. Enggak masalah, tapi kami baru berdua nanti datang satu lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menjelaskan, pihaknya dengan PKS akan melenyapkan politik identitas pada Pemilu 2024 nanti. Hal ini dilatarbelakangi situasi pada Pemilu 1999 di mana PKB berkoalisi dengan PKS dan partai Islam lainnya untuk bergabung dalam Poros Tengah.

“Saya melihat gini, saat reformasi yang menumbangkan Pak Harto terjadi politik identitas yang 'kanan' dan 'kiri' Itu kemudian bersikap ekstrem. Di satu ada Pak Habibie dan satu lagi ada juga. Kenapa yang terpilih Gus Dur waktu itu? Karena ini jalan tengah, makanya disebut Poros Tengah,” kata Jazilul.

“Supaya rukun damai sejahtera, sekarang situasinya sama. Ada krisis juga, dulu ada krisis moneter, sekarang bahkan krisis global. Cuma satu memang yang belum ada, tidak ada solidarity maker atau sosok tertentu, maka yang perlu hari ini adalah sistem atau nilai yang mempertemukan yang saya sebut 'Kalimantan Sawa’ atau koalisi yang mempertemukan dan menyajikan itu,” sambungnya menutup.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya