Berita

Presiden Jokowi saat meresmikan pabrik baja Hot Strip Mill 2 (HSM 2) PT Krakatau Steel Posco (Persero) Tbk, Selasa, 21 September 2021/Ist

Politik

Right Issue Krakatau Steel Harus Dijaga Demi Ketahanan Industri Baja Nasional

RABU, 08 JUNI 2022 | 21:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dukungan agar penerbitan saham baru dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau Rights Issue Krakatau Steel (KS) berjalan lancar mendapat dukungan dari politisi Senayan. DPR optimis Rights Issue KS berjalan baik sebagai upaya konsolidasi bisnis perusahaan.

Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Gerindra Andre Rosiade dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (7/6) bersama Kementerian BUMN menyampaikan bahwa KS sebagai industri baja milik Indonesia, adalah mother of industry. Ini artinya KS harus dijaga seperti negara-negara besar seperti halnya China dan Rusia yang memiliki industri baja yang kuat dan besar.

“Untuk menjaga ketahanan baja kita. Kalau mau diprivatisasi saya usulkan Right Issue 20 persen ini oleh KS (Krakatau Steel) dilepas aja ke Mind ID ke Inalum. Karena Mind ID dan KS ini masih punya inline antara industri dan pertambangan. Tolong dipertimbangkan usulan kami ini supaya mother of industry ini tidak jatuh ke tangan yang lain,” kata Andre Rosiade.


Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PDIP Harris Turino juga sependapat dengan Andre Rosiade. Dalam pernyataannya Harris mengatakan bahwa industri baja adalah industri strategis yang harus dijaga, terlebih karena industri baja per kapita di Indonesia pun masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain.

Lebih lanjut, Harris menjelaskan bahwa rights issue yang dilakukan Krakatau Steel bisa jadi tidak laku di tengah pasar yang belum stabil, apalagi ditambah dengan isu kenaikan suku bunga di Amerika Serikat. Rights issue Krakatau Steel dengan mengurangi kepemilikan saham pemerintah dari 80 persen menjadi 60 persen ini perlu diamankan.

“Maka jika ada BUMN lain yang memiliki excess liquiditas bisa masuk ke dalam investasi ini akan dapat tetap menjaga kepemilikan pemerintah di Krakatau Steel,” kata Harris.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya