Berita

Situasi Ukraina di tengah perang dengan Rusia/Net

Dunia

Bank Dunia Janjikan Rp 21 Triliun Tambahan untuk Ukraina

RABU, 08 JUNI 2022 | 13:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Bank Dunia telah setuju untuk memberikan bantuan tambahan sebesar 1,49 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 21 triliun untuk Ukraina. Sehingga total bantuan yang dijanjikan mencapai lebih dari 4 miliar dolar AS.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (7/6), Bank Dunia mengatakan bantuan tersebut didukung oleh jaminan pembiayaan dari Inggris, Belanda, Lithuania, dan Latvia. Proyek ini juga didukung oleh Italia dan Dana Perwalian Multi-Donor yang baru.

Bank Dunia telah bekerja dengan negara-negara donor untuk menggunakan berbagai program pembiayaannya dalam mendukung perawatan kesehatan, pendidikan, layanan sosial, pasokan listrik dan air, serta jalan di Ukraina.


"Penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dalam kondisi saat ini di Ukraina, di luar penderitaan yang ditimbulkan karena perang," kata Direktur Bank Dunia untuk Eropa Timur, Arup Banerji, seperti dikutip Reuters.

Ukraina mengatakan membutuhkan setidaknya 5 miliar dolar AS per bulan dalam waktu dekat untuk menjaga pemerintahannya tetap beroperasi setelah dihantam invasi oleh Rusia pada Februari.

Kelompok ekonomi G7 juga telah menjanjikan sebesar 9,5 miliar dolar AS dalam bantuan ke Ukraina pada bulan lalu.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya