Berita

Eddy Soeparno saat menjadi narasumber dalam serial diskusi TERPOL Kang Kiflan bertajuk “KIB Tidak Dijual?” pada Selasa siang (7/6)/Repro

Politik

PAN Bantah Koalisi Indonesia Bersatu Pesanan Pihak Tertentu

SELASA, 07 JUNI 2022 | 15:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai salah satu peserta Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) selain Golkar dan PPP, memastikan bawah koalisi terbentuk secara independen tanpa ada intervensi pihak lain.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno saat menjadi narasumber dalam serial diskusi TERPOL Kang Kiflan bertajuk “KIB Tidak Dijual?” pada Selasa siang (7/6).

“Jadi, kalau yang ditanyakan apakah kita koalisi yang merupakan koalisi pesanan dari pihak tertentu saya bisa tegaskan bahwa itu jawabannya tidak,” tegas Eddy.


Eddy menjelaskan kenapa KIB deklarasi koalisi lebih awal dari partai-partai politik yang lain. Menurutnya, KIB ingin menunjukkan kepada publik bahwa tiga Parpol yang menjadi peserta koalisi adalah partai yang independen karena tidak bersifat pragmatis.

Kata Eddy, hal itu lantaran PAN-Golkar-PPP ingin mendapatkan calon presiden yang ideal dan layak memimpin Indonesia untuk 5 tahun ke depan.

“Kita tunjukkan ke publik bahwa koalisi terbentuk tidak di ujung pada saat pencalonan, sekonyong-konyong ada di akhir pada saat mau pendaftaran di pilpres. Kita punya waktu untuk melakukan pengkajian, pendalaman, analisis, siapa-siapa saja yang paling pantas, layak, pas, di dalam pemahaman koalisi untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depannya pasca 2024,” tuturnya.

Atas dasar itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI fraksi PAN ini menegaskan bahwa KIB bukanlah kendaraan taktis yang menjadi pesanan pihak-pihak tertentu:

“Ini kesepakatan peserta koalisi. Kita bekerja betul-betul independen tidak ada tekanan, desain, apalagi dari pihak luar, tidak ada. Sepenuhnya dilakukan oleh para ketum dan seluruh partai dalam konteks independensi sebagai partai politik,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya