Berita

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati dalam acara kick off pembentukan percontohan Desa Antikorupsi 2022 yang digelar KPK/Repro

Politik

Sri Mulyani Klaim Dana Desa Mampu Turunkan Angka Kemiskinan Sejak Era Jokowi

SELASA, 07 JUNI 2022 | 11:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dana desa yang telah digelontorkan pemerintahan Presiden Joko Widodo selama tujuh tahun terakhir diklaim telah menurunkan angka kemiskinan di desa.

Hal tersebut dipaparkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani secara virtual dalam kick off pembentukan percontohan Desa Antikorupsi 2022 yang diselenggarakan KPK di Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa pagi (7/6).

Sri Mulyani mengatakan, pada 2015, alokasi APBN untuk dana desa baru mencapai Rp 20,76 triliun dan terus meningkat. Secara total, jumlah dana APBN yang dialokasikan untuk dana desa sejak 2015 hingga 2022 telah mencapai Rp 468,9 triliun.


"Ini angka yang begitu besar dan seharusnya kita berhak untuk melihat dampak dari dana desa itu, yaitu dalam bentuk kemajuan desa, dan dalam bentuk kesejahteraan masyarakat di desa," ujar Sri Mulyani dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Selasa siang (7/6).

Dari segi penyerapan pun, kata Sri Mulyani, dana desa hampir 100 persen selalu digunakan. Sri Mulyani membeberkan hasil-hasil dari dana desa yang diberikan pemerintah.

Antara lain dalam bentuk pembangunan jalan desa yang dalam 7 tahun mencapai 308.490 kilometer, pembangunan jembatan sebanyak 1.583.215 meter, dan pembangunan lebih dari 12.200 pasar desa.

"Bahkan untuk membangun sarana olahraga sebanyak 29.210 sarana dengan dana desa," jelas Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga mengklaim dana desa bermanfaat untuk membangun fasilitas kesehatan. Seperti 42 ribu lebih unit posyandu, membangun fasilitas untuk Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) lebih dari 443 ribu, serta pembangunan lebih dari 74 ribu sumur.

"Ini tentu sangat bermanfaat bagi desa, sehingga mereka bisa hidup lebih sehat, lebih bersih, dan tentu lebih sejahtera. Ini komitmen nyata negara hadir sampai ke level desa," tegasnya.

Dari dana desa yang telah dikeluarkan pemerintahan Jokowi sejak periode pertama ini juga disebut menurunkan persentasi penduduk miskin di desa.

"Dari 14,21 persen atau 17,94 juta orang pada saat 2015 saat dana desa dimulai, sekarang menjadi 14,64 juta atau 12,53 persen pada 2021," tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya