Berita

Komisi Pemilihan Umum (KPU)/Net

Politik

KPU Tak Hiraukan Masa Kampanye, Komisi II DPR Merasa Dibenturkan dengan Istana

SENIN, 06 JUNI 2022 | 20:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Langkah yang dilakukan Ketua KPU Hasyim Asy’ari dengan memilih bertandang ke istana ketimbang rapat dengan Komisi II membahas tahapan Pemilu 2024 membuat kecewa para anggota Komisi II.

Pasalnya, KPU dan Komisi II sudah sepakat untuk melaksanakan rapat tahapan pemilu dan anggaran pada 30 Mei lalu, namun KPU yang telah diundang Komisi II tak kunjung hadir.

Parahnya, Ketua KPU Hasyim Asy’ari setelah bertemu Jokowi di istana negara, mengumumkan kepada masyarakat bahwa masa kampanye akan berlangsung selam 90 hari tanpa adanya kesepakatan bersama parlemen yang sudah diagendakan sebelumnya untuk dibahas tanggal 30 Mei.


Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menuturkan bahwa, KPU seolah-olah tengah membenturkan DPR dengan istana dengan mengeluarkan pernyataan terkait masa kampanye pemilu, padahal komisi II telah menanti KPU hadir di parlemen pekan lalu untuk membahas masa kampanye.

“Saya merasa KPU membentur-kan DPR dengan istana. Pada saat bertemu presiden lalu mengeluarkan statemen bahwa KPU dan pemerintah menyetujui waktu kampanye 90 hari. Bukan hanya dari mulut ketua KPU tapi juga dari media sosial resmi KPU RI. Itu dimunculkan. Kepada beberapa komisioner yang saya merasa cukup dekat saya sampaikan ini secara pribadi,” ucap Rifqi secara tegas dalam rapat, Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (6/6).

"Sebagai bentuk pengawasan saya kepada institusi ini. Karena tugas konstitusional yang saya emban sebagai Komisi II adalah melakukan pengawasan,” imbuhnya.

Rifqi mengingatkan Hasyim Asy’ari ketika Mahfud MD keluar dari rapat terbatas di Istana terkati hari H pemilihan umum, untuk mengusulkan pelaksanaan pemilu tanggal 15 Mei, padahal belum ada keputusan di Komisi II bersama pemerintah dan penyelenggara pemilu kala itu.

Padahal dia berharap dengan terpilihnya Hasyim sebagai Ketua KPU pada saat fit and proper test lalu, menghindari adab yang kurang baik sebagaimana yang dicontohkan Mahfud MD kala itu.

"Kita perlu waktu sekian bulan untuk menata tata dan etika bernegara ini. Agar tidak terkesan satu dengan yang lain, terfeed accomply kan. Itulah yang menjadi tata krama kami di Komisi II selama ini, dan salah satu rasionalisasi kenapa Mas Hasyim bang Bagja itu kami pilih kembali, karena kami ingin tradisi itu ada di dua institusi ini dengan tidak mengecilkan makna komisioner yang baru,” ucapnya.

Menurutnya, ketika KPU lebih memilih berkunjung ke istana,vketimbang menghadiri rapat bersama Komisi II membahas tahapan pemilu, merupakan cara yang kurang elok dan seolah-olah membenturkan DPR dengan Istana.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar KPU menjelaskan secara detil yang terjadi kala itu, alasan apa yang membuat KPU tidak hadir dalam rapat dan memilih mengunjungi istana.

"Dan saya kira agar tidak terjadi fitnah, mari kita sampaikan ini. Kenapa saya sebutkan ini feed accomply? Kita belum bahas tahapan tadi Pak Mardani cerita, nanti di dalam tahapan itu akan kelihatan bagaimana dinamika terkait dengan tahapan kampanye akan kelihatan sikap masing-masing anggota yang merepresentasikan masing-masing fraksi di DPR RI ini yang tentu bisa saja setuju 90 hari bisa saja tisak setuju,” katanya.

"Dan kita semua harus menghormati ini sebagai sebuah konfensi ketatanegaraan yanh selam ini kita lakukan bersama-sama,” tutupnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya