Berita

Polisi berada di lokasi kejadian penembakan di kampus rumah sakit di Oklahoma, Amerika Serikat/Net

Dunia

Penembakan di Kampus RS Oklahoma, Lima Orang Meninggal Dunia

KAMIS, 02 JUNI 2022 | 09:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi penembakan berdarah kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Insiden tersebut terjadi di sebuah kampus rumah sakit hingga menewaskan lima orang, termasuk pelaku.

Seorang pria bersenjatakan pistol dan senapan dilaporkan telah menyerang kampus Rumah Sakit St. Francis, tepatnya lantai dua Gedung Natalie di Tusa, Oklahoma pada Rabu (1/6) waktu setempat.  

Penembakan terjadi di kantor dokter dan pusat ortopedi. Empat korban meninggal di tempat, sementara seorang lainnya meninggal setelah mendapatkan bantuan medis. Mereka meliputi karyawan dan pasien.


Aparat keamanan langsung tiba di lokasi tiga menit setelah mendapatkan telepon, dan melakukan kontak dengan para korban juga tersangka lima menit kemudian.

Wakil Kepala Polisi Tulsa, Jonathan Brooks mengatakan tersangka merupakan pria berusia 35-40 tahun. Ia juga tampaknya terluka karena aksinya itu hingga meninggal.t

"Petugas saat ini sedang memeriksa setiap ruangan di gedung untuk kemungkinan ancaman tambahan. Kami tahu ada banyak yang cedera, dan berpotensi banyak korban," kata kepolisian di Facebook.

Dikutip dari The Telegraph, Presiden AS Joe Biden telah mendapatkan informasi mengenai penembakan tersebut. Gedung Putih mengatakan pemerintah telah menawarkan dukungan kepada pejabat lokal.

Penembakan ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan di Amerika Serikat.

Pada 14 Mei lalu, penembakan terjadi dengan menargetkan kelompok Afrika-Amerika di sebuah supermarket di Buffalo, New York. Sebanyak 10 orang meninggal dunia.

Kemudian 10 hari setelahnya, 21 orang meninggal dunia ketika seorang pria bersenjata menyerang sekolah di Uvalde, Texas.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya