Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Terancam Krisis Pangan, Sri Lanka Minta Petani Tanam Lebih Banyak Padi

RABU, 01 JUNI 2022 | 13:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Sri Lanka mendorong para petaninya untuk menanam lebih banyak padi di tengah krisis ekonomi yang membuat pasokan pangan memburuk.

Menteri Pertanian Mahinda Amaraweera mengatakan Sri Lanka telah kekurangan bahan pokok, termasuk makanan dan bahan bakar.

"Kami meminta semua petani untuk masuk ke ladang mereka dalam 5-10 hari ke depan dan menanam padi," ujarnya, seperti dimuat BBC, Rabu (1/6).


Menurut Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe, Sri Lanka akan menghadapi krisis pangan pada Agustus jika tidak meningkatkan produksi.

Untuk menangani hal itu, Sri Lanka meminta bantuan dari bank makanan Asia Selatan, yang memasok beras dan barang-barang lainnya ke negara-negara yang membutuhkan.

Komisaris makanan J. Krishnamoorthy mengatakan pihaknya sudah meminta Asosiasi Asia Selatan untuk Kerjasama Regional (SAARC) terkait bantuan bank makanan.

Ia menambahkan bahwa Sri Lanka mencari sekitar 100 ribu metrik ton makanan dalam bentuk sumbangan atau penjualan bersubsidi.

Pada Selasa (31/5), pemerintah Sri Lanka mengumumkan kenaikan langsung pajak pertambahan nilai (PPN) dari 8 persen menjadi 12 persen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pemerintah sebesar 65 miliar rupee Sri Lanka.

Ia juga mengatakan pajak perusahaan akan naik pada Oktober dari 24 persen menjadi 30 persen.

Bulan lalu, Sri Lanka gagal membayar utangnya untuk pertama kalinya dalam sejarah, ketika masa tenggang untuk pembayaran bunga utang yang belum dibayar senilai 78 juta dolar AS berakhir.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tiga ABK WNI Hilang dalam Ledakan Kapal UEA di Selat Hormuz

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:50

Kemenhaj Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Oleh-oleh Haji

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:15

KPK Sempat Cari Suami Fadia Arafiq Saat OTT Kasus Korupsi Pemkab Pekalongan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:08

AWKI Ajak Pelajar Produksi Film Pendek Bertema Kebangsaan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:06

Sambut Nyepi, Parade Ogoh-Ogoh Meriahkan Bundaran HI

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:32

Sekjen PSI Jalankan Amanah Presiden Prabowo Benahi Tata Kelola Hutan

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:15

Balas Serangan Israel, Iran Bombardir Kilang Minyak Haifa

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:10

15 Vaksinasi Wajib untuk Anak Menurut IDAI dengan Jadwalnya

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:05

Zendhy Kusuma Soroti Bahaya Penghakiman Digital Usai Video Restoran Bibi Kelinci

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:01

3 Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Salah

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:00

Selengkapnya