Berita

Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova/Net

Dunia

Ukraina Identifikasi 600 Tersangka Kejahatan Perang, Mulai dari Militer hingga Politisi Rusia

RABU, 01 JUNI 2022 | 09:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ukraina mengaku telah mengidentifikasi lebih dari 600 tersangka kejahatan perang, termasuk militer dan politisi Rusia. Kyiv juga sudah mulai menuntut sekitar 80 orang dari mereka.

Berbicara selama konferensi pers di Den Haag pada Selasa (31/5), Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova mengatakan pihaknya telah menambahkan 200 hingga 300 kasus baru terkait kejahatan perang setiap harinya.

Ukraina telah membentuk tim investigasi internasional pada Maret, yang di dalamnya berisi Lithuania dan Polandia. Namun Venediktova menyebut Estonia, Latvia, dan Slovakia memutuskan untuk bergabung.


Tim tersebut dibentuk untuk memungkinkan pertukaran informasi dan penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Kita harus mengumpulkan dan melindungi semuanya dengan cara yang benar. Itu harus menjadi bukti yang dapat diterima di pengadilan mana pun," kata Venediktova.

Mereka bekerja sama dengan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang meluncurkan penyelidikannya terhadap kemungkinan kejahatan perang di Ukraina pada awal Maret.

Kantor Kejaksaan ICC Karim Khan telah mengerahkan tim yang terdiri dari 42 penyelidik, ahli forensik dan personel pendukung ke Ukraina. Saat ini, ICC juga sedang mengupayakan membuka kantor di Kyiv untuk mendukung penyelidikan.

Venediktova mengatakan Ukraina telah mengidentifikasi beberapa ribu tersangka kejahatan perang di wilayah Donbas timur di mana pasukan Rusia melancarkan serangan mereka.

“Jika kita berbicara tentang kejahatan perang, ini tentang kemungkinan pemindahan orang, kami memulai beberapa kasus tentang kemungkinan pemindahan anak-anak, orang dewasa ke berbagai bagian Federasi Rusia,” jelasnya.

“Kemudian, tentu saja, kita dapat berbicara tentang menyiksa orang, membunuh warga sipil, dan menghancurkan infrastruktur sipil," imbuh dia.

Secara total, Ukraina telah mengidentifikasi 15 ribu kasus kejahatan perang di seluruh negeri sejak invasi Rusia pada 24 Februari.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tiga ABK WNI Hilang dalam Ledakan Kapal UEA di Selat Hormuz

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:50

Kemenhaj Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Oleh-oleh Haji

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:15

KPK Sempat Cari Suami Fadia Arafiq Saat OTT Kasus Korupsi Pemkab Pekalongan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:08

AWKI Ajak Pelajar Produksi Film Pendek Bertema Kebangsaan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:06

Sambut Nyepi, Parade Ogoh-Ogoh Meriahkan Bundaran HI

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:32

Sekjen PSI Jalankan Amanah Presiden Prabowo Benahi Tata Kelola Hutan

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:15

Balas Serangan Israel, Iran Bombardir Kilang Minyak Haifa

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:10

15 Vaksinasi Wajib untuk Anak Menurut IDAI dengan Jadwalnya

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:05

Zendhy Kusuma Soroti Bahaya Penghakiman Digital Usai Video Restoran Bibi Kelinci

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:01

3 Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Salah

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:00

Selengkapnya