Berita

(Tengah) Pendiri Tentara Merah Jepang, Fusako Shigenobu dibebaskan dari penjara pada 28 Mei 2022/Net

Dunia

20 Tahun Dipenjara, Pendiri Tentara Merah Jepang Dibebaskan

MINGGU, 29 MEI 2022 | 10:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pendiri Tentara Merah Jepang, Fusako Shigenobu telah dibebaskan dari penjara usai menjalani hukuman 20 tahun dibalik jeruji besi.

Tentara Merah Jepang adalah sebuah kelompok militan komunis yang dibentuk oleh Shigenobu pada awal 1971 di Lebanon. Perempuan berusia 76 tahun itu menjadi salah satu perempuan paling terkenal di dunia selama tahun 1970-an hingga 1980-an.

Menurut laporan Al Jazeera, Shigenobo meninggalkan penjara di Tokyo dengan mobil hitam bersama putrinya pada Sabtu (28/5).


Ia disambut oleh beberapa pendukungnya yang memegang spanduk bertuliskan "Kami mencintai Fusako".

"Saya merasa kuat bahwa saya akhirnya keluar hidup-hidup," ujar Shigenobu di hadapan kerumunan wartawan.

Tentara Merah Jepang bergabung dengan pejuang Palestina untuk menjadi musuh bebuyutan Israel.

Kelompok ini berubah menjadi salah satu kelompok bersenjata yang paling ditakuti di dunia karena aksi mematikannya, mulai dari pembajakan pesawat hingga penyanderaan, kebanyakan pada 1970-an.

"Saya minta maaf atas ketidaknyamanan penangkapan saya terhadap begitu banyak orang. Ini setengah abad yang lalu, tapi kami menyebabkan kerusakan pada orang-orang tak bersalah yang asing bagi kami dengan memprioritaskan pertempuran kami, seperti dengan penyanderaan," kata Shigenobu.

Shigenobu diyakini telah mendalangi serangan senapan mesin dan granat tahun 1972 di Bandara Lod Tel Aviv, yang menewaskan 26 orang dan melukai 80 lainnya.

Tentara Merah Jepang juga diduga bertanggung jawab atas pengambilalihan konsulat AS di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 1975.

Setelah mengebom fasilitas militer AS di Naples, Italia, pada tahun 1988, kelompok itu tidak lagi melakukan serangan besar dan menghilang dari pandangan di Jepang.

Shigenobu kemudian ditangkap di Jepang pada tahun 2000 dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara enam tahun kemudian karena ikut serta dalam pengepungan kedutaan Prancis di Belanda.

Dia telah hidup sebagai buronan di Timur Tengah selama 30 tahun sebelum muncul kembali di Jepang.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Tak Lagi Menjabat, Anies Keliling Kampus Isi Ceramah

Senin, 09 Maret 2026 | 10:15

Pemerintah Diminta Turun Atasi Ancaman Kental Manis pada Anak di Aceh Tamiang

Senin, 09 Maret 2026 | 10:10

Tips Praktis Investasi Emas untuk Pemula, Cara Aman Lindungi Nilai Aset

Senin, 09 Maret 2026 | 10:10

Prabowo Minta Laporan Progres Proyek 10 Universitas STEM dan Kedokteran di Hambalang

Senin, 09 Maret 2026 | 10:03

Ramai Isu Pembajakan, Pandji Bakal Rilis Buku dari Spesial Show Mens Rea

Senin, 09 Maret 2026 | 10:01

Malam Takbiran dan Nyepi Barengan di Bali? Begini Cara Umat Menjaga Harmoni

Senin, 09 Maret 2026 | 09:54

Perkara Selebgram Nabilah O'Brien dengan Zendhy Kusuma Berujung Damai

Senin, 09 Maret 2026 | 09:52

JK Sarankan Prabowo Prioritaskan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 09 Maret 2026 | 09:42

Serangan ke KPK soal Kasus Gus Yaqut Dinilai Menyesatkan

Senin, 09 Maret 2026 | 09:36

Cadangan BBM Hanya 20 Hari, Ekonom Ingatkan Risiko Inflasi dan Beban Fiskal

Senin, 09 Maret 2026 | 09:33

Selengkapnya