Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Jerry Massie: Luhut jadi Tumbal Buruknya Manajerial Jokowi Urus Migor

KAMIS, 26 MEI 2022 | 17:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penunjukkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk ikut mengurusi minyak goreng (migor) oleh Presiden Joko Widodo menyiratkan dua hal yang bersifat politis.

Begitu pandangan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (26/5).

"Satu hal, Luhut jadi tumbal manajerial Jokowi. Kedua Jokowi adalah presiden paling buruk dari semua presiden di Indonesia," ujar Jerry.

Menurut Jerry, LBP jauh dari kata sukses untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, sementara Jokowi memberikan banyak jabatan kepada Luhut.

"Sebelumnya 14 jabatan diberikan padanya (Luhut) dan terakhir soal minyak goreng. Saya pikir LBP ini tipikal manusia serakah semua job dia ambil. Padahal ngurus Kementerian Maritim dan Investasi dia enggak becus," tutur Jerry.

"Saya andaikan LBP ini seperti kepala sekolah yang rangkap mulai dari SD, SMP, SMA sampai rektor, dia kepalanya" sambungnya.

Oleh karena itu, dia melihat penugasan khusus mengurusi minyak goreng memberikan keuntungan kepada Jokowi di satu sisi, karena apabila pemerintah gagal mengatasi masalah kelangkaan dan lonjakan harga maka yang disalahkan Luhut.

Sementara konklusi kedua, lanjut Jerry, adalah mengenai kualitas kepemimpinan Jokowi yang tidak jauh lebih baik dari pemimpin-pemimpin sebelumnya di Indonesia.

"Ditambah, saya curiga jangan-jangan sengaja Luhut ditempatkan Jokowi dengan maksud terselubung. Yakni menjaga para pemain minyak goreng," demikian Jerry.

Populer

Jokowi Dinilai Telah Lakukan Kesalahan Fatal yang Memalukan Bangsa

Minggu, 03 Juli 2022 | 11:21

Connie Bakrie: Jokowi Kunjungi Rusia dan Ukraina karena Paham Perang Kedua Negara Sudah Tidak Jelas

Kamis, 30 Juni 2022 | 15:00

Singgung Presiden Harus Orang Indonesia Asli, Syahganda Nainggolan: Sutiyoso Sudah Kasih Tahu Saya, yang Sekarang Asli atau Tidak

Senin, 27 Juni 2022 | 00:21

Ketua Amarta: Jika Isi BBM Harus Pakai Aplikasi, Berarti Pertamina Telah Lakukan Pembohongan Publik

Minggu, 03 Juli 2022 | 13:54

Kenangan Terakhir Istri Tjahjo Kumolo: Bapak Ingin Meninggal saat Jalankan Tugas

Jumat, 01 Juli 2022 | 21:04

KAMI Sampaikan Aspirasi Makzulkan Jokowi, Begini Jawaban LaNyalla

Selasa, 28 Juni 2022 | 21:09

Mega Ogah Punya Mantu Tukang Bakso, Pengamat: Apa Bedanya dengan Narasi Jin Buang Anak?

Senin, 27 Juni 2022 | 10:36

UPDATE

Gugat ke MK untuk PT 7-9 Persen, Refly Harun: PKS Hanya Pikir Diri Sendiri!

Kamis, 07 Juli 2022 | 19:53

Hari Ini, Kasus Aktif Covid-19 Sentuh Angka 19 Ribu

Kamis, 07 Juli 2022 | 19:29

Minta Pungutan Ekspor CPO Dicabut, Arief Poyuono: Bikin Petani Sawit Bangkrut

Kamis, 07 Juli 2022 | 19:17

Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi

Kamis, 07 Juli 2022 | 19:14

Mengundurkan Diri, Boris Johnson Mengaku Menyesal

Kamis, 07 Juli 2022 | 18:57

ACT Kunjungi SI

Kamis, 07 Juli 2022 | 18:56

Tidak Negosiasi Lagi, Polda Jatim Terjunkan 7 Truk Tangkap Anak Kiai Jombang Kasus Cabul

Kamis, 07 Juli 2022 | 18:45

Ferry Juliantono Usul Pendirian ACT Perjuangan

Kamis, 07 Juli 2022 | 18:42

Hari Bhayangkara, Polri Anjangsana ke Mantan Kapolri hingga Anggota yang Sakit dan Gugur saat Tugas

Kamis, 07 Juli 2022 | 18:37

Sindir Bos Pertamina, Said Didu: Saat Minyak Dunia di Bawah 30 Dolar AS, Harga Pertalite Berapa?

Kamis, 07 Juli 2022 | 18:37

Selengkapnya