Berita

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin/Repro

Politik

Pengamat: Jika Golkar-PAN-PPP-PKB Ditambah Nasdem Usung Ganjar, Ini Skenario Jegal Anies

KAMIS, 26 MEI 2022 | 16:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Segala kemungkinan dalam Pilpres 2024 masih sangat mungkin terjadi. Berbagai kemungkinan tersebut masih akan terus berubah seiring mulai terbentuknya poros koalisi.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menuturkan, bisa saja ada tiga poros koalisi untuk menuju 2024. Yakni PDIP-Gerindra-PKB, Golkar-PAN-PPP (Koalisi Indonesia Bersatu), dan Nasdem-Demokrat-PKS.

Atau justru nanti hanya ada dua poros koalisi. Yakni PDIP-Gerindra dan Golkar-PAN-PPP-PKB-Nasdem. Sementara Demokrat dan PKS bisa mengikuti salah satu dari poros koalisi tersebut.


Poros PDIP-Gerindra akan mengusung Prabowo Subianto dan Puan Maharani. Poros Golkar-PAN-PPP-PKB-Nasdem akan mengusung Ganjar Pranowo.

Menurut Ujang, jika hanya ada dua poros koalisi, maka capres potensial seperti Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan akan terjegal. Lantaran orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut tidak memiliki partai politik.

“PDIP-Gerindra usung Prabowo-Puan. Jika Golkar-PAN-PPP, ditambah Nasdem dan PKB gabung ke Koalisi Indonesia Bersatu usung Ganjar, kemungkinan itu bagian dari skenario jegal Anies Baswedan,” kata Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Kamis (26/5).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini meyakini, jika nanti poros koalisi hanya ada dua, maka Anies Baswedan tidak bisa maju alias terjegal.

“Karena ada yang menginginkan skenario seperti ini, agar Anies tak bisa maju. Nah, kuncinya di Nasdem. Jika Nasdem gabung dengan PKS dan Demokrat bisa ada 3 poros,” demikian Ujang Komarudin.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya