Berita

Ilustrasi virus cacar monyet/Net

Dunia

WHO: Wabah Cacar Monyet Bisa Dikendalikan Lewat Vaksinasi

RABU, 25 MEI 2022 | 07:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendorong agar vaksinasi monkeypox atau cacar monyet secara terbatas bagi kelompok berisiko segera dilakukan untuk menghentikan penularan.

Direktur WHO untuk Kesiapsiagaan Bahaya Menular Global, Sylvie Briand menyebut wabah cacar monyet saat ini tidak normal karena tidak menyebar di wilayah endemik. Kendati begitu ia meyakini wabah dapat dikendalikan.

"Kami mendorong Anda semua untuk meningkatkan pengawasan cacar monyet untuk melihat di mana tingkat penularan dan memahami ke mana arahnya," kata Briand, seperti dimuat Reuters, Rabu (25/5).


Briand mengatakan vaksin dan perawatan cacar monyet telah tersedia. Untuk itu perlu adanya tindakan pencegahan yang tepat.

WHO sendiri sedang membuat panduan baru untuk negara-negara tentang strategi vaksinasi, dan mengadakan pertemuan lebih lanjut untuk mengatasi situasi.

Meski begitu, beberapa negara sudah mengambil tindakan pencegahan dengan memberikan vaksin bagi orang-orang yang berisiko, seperti kontak dekat dan petugas kesehatan.

Prancis telah merekomendasikan orang dewasa yang melakukan kontak dengan mereka yang positif terinfeksi cacar monyet untuk segera divaksinasi.

Hal serupa juga dilakukan oleh Denmark. Mereka juga telah mendistribusikan vaksin cacar monyet yang diproduksi Bavarian Nordic.

Jerman sendiri telah menyiapkan 40 ribu dosis vaksin untuk mereka yang terinfeksi jika wabah di negara itu menjadi lebih parah.

Sejak dikonfirmasi pada awal Mei hingga saat ini, sudah ada 237 kasus yang diduga dan dikonfirmasi dari monkeypox dari 19 negara.

WHO memperkirakan jumlah itu akan meningkat, tetapi sebagian besar infeksi sejauh ini belum parah.

Monkeypox adalah infeksi virus ringan yang endemik di beberapa bagian Afrika barat dan tengah.

Gejalanya meliputi demam dan ruam bergelombang yang khas. Jenis cacar monyet di Afrika Barat ini memiliki tingkat kematian sekitar 1 persen.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya