Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Bandingkan Harga BBM Indonesia dengan Singapura, Said Didu: Lihat Juga UMR Beda 10 Kali Lipat

SENIN, 23 MEI 2022 | 22:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat bersyukur walau harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mengalami kenaikan, berbuah kritikan.

Jokowi mencohkan kenaikan harga BBM yang cukup tinggi di negara lain. Seperti di Jerman yang sudah menjual bensin Rp 31.000 per liter atau naik dua kali lipat.

"Di Singapura (bensin) Rp 32.000. Di Thailand Rp 20.800 kalau saya rupiahkan. Di Amerika Rp 18.000 kurang lebih. Kita (pertalite) masih Rp 7.650," kata Jokowi saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Pro Jokowi (Projo), di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (21/5).


Kritikan pada pernyataan Jokowi, dilontarkan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Menurutnya, perbandingan Jokowi itu harus adil dengan membandingkan kemampuan ekonomi rakyat satu negara.

"Bapak Presiden yang terhormat, kalau membandingkan harga antar negara harus bandingkan juga kemampuan ekonomi rakyatnya," kata Said dalam cuitan di akun Twitternya, Senin (23/5).

Kata Said, Jokowi harus menilai dengan utuh. Utamanya, pendapatan pekerja atau UMR di antara Singapura dan Indonesia sudah berbeda jauh.
 
"UMR Singapura 10 kali lebih besar dengan UMR Indonesia, pendapatan perkapita Singapura 13 kali lipat dan di Singapura tidak ada petralite," katanya.

"Petralite kita disubsidi pertamina. Jelas?" tandasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya