Berita

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rakernas relawan Projo di Magelang, Jawa Tengah/Net

Publika

Konsolidasi Celeng

OLEH: FIRMAN TENDRY MASENGI*
SENIN, 23 MEI 2022 | 17:22 WIB

RELAWAN pendukung Capres 2024 hadir bak cendawan di musim hujan. Iklim politik memang mengharuskan cendawan/jamur tumbuh. Namun tidak semua jamur bisa dimakan dan mahal harganya. Karena ada jamur beracun.

Atmosfer dan iklim politik tiba-tiba berubah. Tiba-tiba petugas partai itu menghadiri perhelatan relawan mengusung Capres 2024.

Heran sekaligus bingung dan membuat banyak pihak tertawa.


Sepengetahuan kita, partai politiklah yang menyeleksi calon presiden dan didaftarkan pada badan yang dibentuk negara yang didalamnya ada mekanisme partai.

Kedua, dalam kapasitas sebagai petugas partai dalam penyelenggaraan pemerintahan, sesungguhnya Jokowi tak pantas hadir dalam perhelatan Magelang. Karena relawan cebong saat Pilpres bukan hanya Projo maupun Joman (tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada kedua teman yang memimpin organisasi tersebut).
 
Ketiga, Jokowi secara terang-terangan mengambil posisi "berperang" partai terbesar yang mengusungnya, Jokowi pasang badan pada kebijakan Ketua Umum PDI Perjuangan yang hingga hari ini tidak memperkenankan kader, pengurus PDI Perjuangan membicarakan atau mengusung Capres.

Jokowi telah membangkang. Jokowi sudah siap berperang.

Implikasinya Jokowi patut diduga sedang berusaha memporak-porandakan PDI Perjuangan seperti di masa Orde Baru. PDI Pro Mega atau PDI versi Kongres Medan. Dan Ganjar menjadi seperti almarhum Soerjadi pemimpin PDI kala itu.

Sejak setahun lalu kader PDI Perjuangan melihat dan mengamati perilaku politik Jokowi yang seolah patuh sebagai petugas partai. Patut diakui kepiawaian Jokowi memainkan peran layak diberi oscar.

Kader partai yang menjaga PDI Perjuangan dan ketua umumnya dibuat heran dengan penganugerahan jabatan juga hadiah-hadiah yang justru menghancurkan juga membunuh PDI Perjuangan.

Banyak partai dan relawan telah dibentuk dengan mengusung Capres tertentu. Dan Jokowi tidak hadir atas nama presiden.

Di banyak entitas politik, Ganjar sudah terstigma sebagai perpanjangan tangan oligarki. Dan menjadi benar tudingan bahwa Jokowi adalah bagian dari oligarki itu sendiri. Dan hendak melanggengkan dan mewariskan kekuatan politik dan ekonomi negeri ini pada kelompok tersebut.

Pendukung terbesar Jokowi sesungguhnya ada pada kawanan banteng. Dan sejarahnya kawanan banteng merupakan kelompok yang paling loyal, tegak lurus meski banteng sekadar diberi rumput dan kubangan lumpur.

Banteng meski sejatinya merupakan hewan liar adalah binatang yang setia pada habitat dan ekosistem yang "merawatnya" dengan rumput dan kubangan lumpur itu.

Pada fragmen lain tatkala upaya membelah PDI Perjuangan dimulai dengan menggadang Ganjar Prabowo sebagai Capres mulai terasa gempa-gempa bawah laut dan berpotensi menghadirkan gempa besar.
 
Sebagai partai yang ditempa pengalaman juga punya paham mitigasi bencana ke luar INTRUKSI Partai yang melarang wacana Capres dibicarakan diluar konstitusi dan prosedur partai.

Tak urung ramai soal panglima perang yang juga Ketua BP Pemilu PDI Perjuangan konon kabarnya ditegur Ibu Ketua Umum. Dan hening sejenak.

Di Solo, sekondan Jokowi yang sama pernah menjabat walikota yang mempopulerkan "Pendukung Celeng" sebagai kelompok pengusung Ganjar juga meredup karena taat azas dan tegak lurus meski di bawah tanah mereka terus bergerak.

Suatu saat di selenggarakan zoom meeting terbatas dari Istana dengan kawan-kawan pergerakan khususnya senior GMNI dan beberapa tokoh nasional untuk memuluskan Ganjar sebagai Capres besutan Istana.

Meski saya bukan tokoh sentral di alumni GMNI, tapi saya diajak bergabung namun saya menolaknya.

Saya kemudian tidak bisa memastikan zoom meeting tersebut dan apa hasil akhirnya.

Jika akhirnya saya merangkai sendiri penggalan dan fragmen politik ini insting dan intuisi politik saya sejak tahun lalu kemungkinan benar adanya.

PDI Perjuangan sedang di gerilya untuk penghancurannya oleh gerombolan celeng. Dan konsolidasi celeng sudah dimulai dari kandang banteng, Jawa Tengah.

Namun secara empiris historik para pembangkang justru mati dan menemui karma mereka. Dan mereka yang paham sejarah kawanan banteng tak mau mengambil risiko.

Jokowi juga harus ingat. Tidak ada satu pun presiden Indonesia setelah jabatannya berakhir punya pengaruh kepada banyak hal meski itu Soekarno dan Soeharto.

Dan hanya kawanan banteng & burung garuda yang paling banyak berjasa untuk menghantar tukang kayu dan pengusaha furnitur menjadi Gubernur DKI dan kawanan banteng juga yang tetap bersamanya menghantar ke Medan Merdeka Utara.

Untuk itu, bedakan apa itu banteng, apa itu celeng. Dan kita semua tahu apa akhir dari pengkhianatan.

*Aktivis 98; Ketua Umum Sekretariat Nasional Puan Maharani Peduli (PMP)

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Setengah Logistik Indonesia Bertumpu di Tanjung Priok

Selasa, 14 April 2026 | 05:58

Dana asing ke NGO Rawan jadi Alat Kepentingan Global

Selasa, 14 April 2026 | 05:46

Mantan Pj Bupati Tapteng Jabat Kajati Sultra

Selasa, 14 April 2026 | 05:23

BGN Luruskan Info Beredar soal Pengadaan Barang Operasional MBG

Selasa, 14 April 2026 | 04:59

Ke Mana Arah KDKMP?

Selasa, 14 April 2026 | 04:30

Anak Asuh Kurniawan DY Sukses Bungkam Timor Leste 4-0

Selasa, 14 April 2026 | 04:15

Komisi XIII DPR: LPSK Resmi jadi Lembaga Negara

Selasa, 14 April 2026 | 03:53

Pentagon Ungkap Isi Pertemuan Menhan RI dan Menteri Perang AS soal Kemitraan

Selasa, 14 April 2026 | 03:35

Ganggu Iklim Usaha, Wacana Penghentian Restitusi Pajak Perlu Ditinjau Kembali

Selasa, 14 April 2026 | 03:15

Mantan Dirdik Jampidsus Kejagung Jabat Kajati Jatim, Ini Profilnya

Selasa, 14 April 2026 | 02:45

Selengkapnya