Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Dedi Kurnia: Kode Mendukung Ganjar Bisa Ditafsir Jokowi Tidak Lagi Miliki Rasa Hormat pada Megawati dan PDIP

SENIN, 23 MEI 2022 | 16:01 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo bisa dikatakan aneh karena maish memiliki relawan politik. Dengan tetap mengaktivasi relawan politiknya, Joko Widodo gagal membedakan posisinya sebagai Kepala Negara dan sekaligus politisi.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, kepada Kantor Berita Politik RMOL merespons kehadiran Jokowi di acara Rakernas Projo di Magelang, Sabtu (21/5).

Menurut Dedi, pernyataan Jokowi yang terkesan mengarahkan dukungan ke Ganjar Pranowo merupakan bentuk tidak memiliki rasa hormat pada Megawati dan PDIP.


"Seloroh kode mendukung Ganjar ini bisa ditafsir jika Jokowi tidak lagi miliki rasa hormat pada Megawati dan PDIP, ia mulai berani membangun kekuasaannya sendiri," demikian kata Dedi, Senin (23/5).

Selain itu, bagi Dedi, hadirnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di acara relawan Projo membingungkan. Sebab, Ganjar seolah terburu-buru untuk mencari panggung politik semata.

"Ganjar seolah tergesa mencari panggung politik sementara ia masih menjabat sebagai kepala daerah yang seharusnya lebih beretika pada publik," pungkas Dedi.

Saat hadiri Rakernas Projo, Jokowi meminta para relawannya untuk tidak terburu-buru untuk membicarakan pemilihan presiden (Pilpres) termasuk soal siapa yang akan diusung menjadi calon presiden (Capres).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya