Berita

Kanselir Jerman Olaf Scholz saat mengunjungi Senegal dan melakukan pertemuan dengan Presiden Senegal Macky Sall/Net

Dunia

Demi Tidak Bergantung pada Rusia, Jerman Dekati Afrika untuk Kejar Proyek Energi

SENIN, 23 MEI 2022 | 15:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jerman secara intensif mengupayakan proyek gas dan energi terbarukan, menyusul tekad Uni Eropa untuk tidak lagi bergantung kepada energi Rusia.

Dalam kunjungannya ke Senegal, Minggu (22/5), Kanselir Olaf Scholz mengatakan negaranya akan menjalin kerja sama serius terkait gas dengan negara-negara Afrika Barat Senegal di tengah ketidakpastian dengan pasokan Rusia.

"Ini adalah masalah yang perlu ditindaklanjuti secara intensif," kata Scholz saat konferensi pers dengan Presiden Senegal Macky Sall, seperti dikutip dari AFP, Senin.


Senegal, negara berpenduduk sekitar 16 juta orang, memiliki miliaran meter kubik cadangan gas dan diharapkan menjadi produsen gas utama di kawasan itu. Ini memicu semangat Berlin untuk menyongsongkan tangannya.

Pembicaraan soal gas ini telah dibahas bersama Sall. Scholz mengatakan pihaknya telah memulai pembahasan ini dan sedang menata langkah selanjutnya.

Seorang pejabat pemerintah Jerman mengatakan Jerman dapat membantu mengeksplorasi ladang gas di Senegal, untuk itu dibutuhkan kerja sama erat untuk kepentingan bersama.

Berlin telah mengundang Senegal, yang saat ini memegang jabatan ketua bergilir Uni Afrika untuk menghadiri KTT G7 di Jerman pada bulan Juni sebagai negara tamu.

Senegal, seperti banyak negara Afika abstain dari pemungutan suara pada resolusi PBB terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

Sall, berbicara dalam perannya sebagai ketua Uni Afrika, mengatakan banyak negara Afrika tidak ingin berpihak dalam perang. Ia menegaskan posisi Afrika dalam masalah ini yaitu hanya sebagai penengah dan menginginkan gencatan senjata tanpa mencampuri urusan negara lain.

Keingininan untuk gencatan senjata juga didorong karena kebutuhan pangan yang mulai terguncang. Perang di Ukraina, pemasok biji-bijian dan makanan utama bagi dunia, telah memicu gangguan pasokan dan membuat harga melonjak.

Sall akan melakukan perjalanan ke Rusia dan Ukraina atas nama Uni Afrika dalam waktu dekat.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya