Berita

Tokoh senior, DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Kudeta Konstitusi Gagal, Oligarki Siapkan Capres Boneka Baru, Eh Dapat Jokowi KW-2

SENIN, 23 MEI 2022 | 13:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah kelompok oligarki meneruskan cengkeraman kuku-kukunya pada negeri ini tidak mau lepas begitu saja pada 2024 mendatang. Mereka menyiapkan strategi baru agar memegang kendali atas pemerintahan.

Begitu kira-kira yang hendak disampaikan tokoh senior DR. Rizal Ramli lewat akun Twitter pribadinya, Senin (23/5).

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini mengurai bahwa oligarki telah gagal dalam mengkudeta konstitusi di negeri ini. Mereka sebelumnya ingin agar masa jabatan presiden bisa diperpanjang. Tapi gempuran dari civil society berhasil menggagalkan upaya itu.


“(Mereka) persiapkan capres boneka baru yang miskin prestasi, tapi bisa diatur-atur oligarki. Capres boneka modal PollsteRp, MediaRp, BuzzeRp berbayar. Eh dapat Jokowi KW-2,” urai pria yang akrab disapa RR itu.

Tatapan RR lalu menyorot edaran dari Sekretariat Negara Nomor: B-38/KSN/SWP/KK.04.01/02/2022 tentang Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2022.

Dalam edaran itu, ternyata di Jawa Tengah ada 19 daerah kemiskinan ekstrem dari sebelumnya hanya di 5 daerah. Di daerah yang sama sejumlah kasus yang semena-mena kepada rakyat kecil terjadi.

“Kasus Wadas aja ndak bisa beresin, gitu kok mau nyopras-nyopres,” sambungnya.

Lepas dari itu, RR menilai bahwa capres boneka tidak didukung PDIP. Untuk itu, oligarki direbut partai besar ditambah dua partai yang ketua umumnya terlilit banyak masalah hukum. Dengan begitu dua partai kecil itu bisa diambil alih untuk dijadikan kendaraan oleh capres boneka.

“Tapi akan jadi blunder besar untuk partai-partai itu, karena capres boneka akan kalah karena hanya teruskan misi mendukung oligarki,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya