Berita

Ilustrasi/Net

Politik

KoDe Inisiatif: Wajar Ada Penambahan Anggaran Bagi Petugas Pemungutan Suara

SENIN, 16 MEI 2022 | 22:28 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Penambahan biaya atau anggaran yang diperuntukkan bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dinilai wajar.

Pasalnya, proses pemungutan suara di Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 terbilang rumit dan banyak tantangan.

Hal itu yang disampaikan Koordinator harian Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif, Muhammad Ihsan Maulana saat menyikapi anggaran Pemilu 2024 yang mencapai Rp 76 triliun.


"Besarnya anggaran biaya pemilu dikarenakan KPU akan meningkatkan honorarium badan adhoc seperti petugas KPPS, PPS dan PPK yang angkanya cukup banyak," kata Ihsan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (16/5).

"Jika memang besarnya biaya dikarenakan ini, mengingat kompleksitas penyelenggaraan Pemilu 2024 cukup rumit dan banyak tantangannya, ini hal yang wajar dan sebanding dengan Pemilu 2024," imbuhnya.

Kendati begitu, Ihsan juga meminta kepada KPU untuk melakukan perekrutan tenaga KPPS, PPS, dan PPK dengan ketat dan profesional. Sebab, hal ini mampu mempengaruhi integritas para petugas bila nantinya dihadapkan pada suatu tantangan.

"Namun, ini juga perlu didorong dengan rekrutmen lembaga badan adhoc (petugas KPPS, PPS dan PPK) yang mampu menjalankan tugas berat penyelenggaraan pemilu 2024," kata Ihsan.

Hingga saat ini, Komisi II DPR RI belum mengesahkan pengajuan anggaran Pemilu 2024 mendatang sebesar Rp 76 triliun.

Angka tersebut muncul dalam rapat konsinyering yang dilakukan sejak Jumat (13/5) hingga Minggu (15/5).

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya