Berita

Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS), Arman Salam/Net

Politik

Soroti Kemiskinan Ekstrem di Jateng, Direktur IPS: Bisa Jadi Ada Kesalahan dalam Prioritas Program Pemprov

SENIN, 16 MEI 2022 | 09:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tingginya angka kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Tengah menjadi sebuah pertanyaan besar. Terlebih ada peningkatan sangat drastis dalam hal jumlah wilayah yang masuk kategori miskin.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statisti (BPS), angka kemiskinan ekstrem masyarakat di Provinsi Jawa Tengah mencapai 11,25 persen, dan mencangkup 19 wilayah kabupaten/kota di Jateng. .Angka ini melebihi angka kemiskinan nasional yang sebesar 9,7 persen.

Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS), Arman Salam mengungkapkan, sebenarnya tahun lalu Jateng sudah memiliki beberapa wilayah yang masuk kategori kemiskinan ektrem dan diprioritaskan, yaitu 5 wilayah kabupaten/kota.


Namun tahun ini jumlahnya bertambah banyak menjadi 19 wilayah. Artinya, terjadi peningkatan hampir 400 persen dalam setahun.

Menurut Arman, ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Selain faktor pandemi juga terjadi kesenjangan dengan wilayah wilayah sentra ekonomi di Indonesia.

"Namun jika ditelaah lebih jauh bisa jadi adanya kesalahan dalam prioritas program atau kebijakan di Provinsi Jawa Tengah," ucap Arman, melalui keterangannya, Senin (16/5).

"Semestinya kepala daerah atau gubernur bisa lebih jeli melihat potensi wilayah dan segera mengemas program atau kebijakan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan dari potensi wilayah tersebut, dan memberikan ruang mendorong dan mendukung kepada pelaku usaha baik usaha kecil usaha menengah dan industri besar," sambungnya.

Dalam hal ini, Arman melihat peran pemerintah khususnya pemerintah daerah sangat vital. Yaitu pemerintahan yang paham harus berbuat apa juga fokus dan sungguh sungguh dalam bekerja.  

Terkadang, lanjutnya, peran kepala daerah atau pemerintah dalam hal ini Ganjar Prabowo selaku Gubernur Jateng tampak asik bermain pada ranah politik saja untuk kepentingan masa jabatan atau target yang lebih tinggi.

"Perlu disadari, kecakapan dalam memimpin bukan saja dinilai dari sisi pencitraan saja atau personal branding, namun bagaimana bisa bekerja sebagai pelayan masyarakat dan menciptakan kehidupan lebih baik dan layak untuk masyarakatnya yang lebih sejahtera," demikian Arman Salam.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Wali Kota Agustina Instruksikan Perbaikan Jalan Rusak Akibat Tonase Berlebih

Kamis, 28 Mei 2026 | 20:08

Dua Pelaku Curanmor Modus Mengaku Paranormal Ditangkap

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:39

Daftar Tanggal Merah Juni 2026 Lengkap, Catat Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:14

Cek NIK KTP Penerima Bansos PKH BPNT Mei 2026

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:14

Anies-Mahfud MD, Pasangan Terbaik Pilpres 2029

Kamis, 28 Mei 2026 | 18:53

Fenomena Langka Blue Moon Muncul 31 Mei 2026, Catat Jamnya di Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 18:27

MBG Pasti Meroket jika Tanpa Copet

Kamis, 28 Mei 2026 | 18:25

Warga Kayumanis Bogor Semringah Terima Sapi Bantuan Presiden

Kamis, 28 Mei 2026 | 18:19

11 Orang Terjaring Operasi Cipkon di Jakpus

Kamis, 28 Mei 2026 | 18:05

5 Cara Menyimpan Daging Kurban di Chiller dan Freezer agar Awet Berbulan-bulan

Kamis, 28 Mei 2026 | 17:47

Selengkapnya