Berita

Tiga pimpinan partai saat membentuk Koalisi Bersatu/Net

Politik

Koalisi Bersatu, Upaya Menarik Atensi Publik dan Parpol Lain

MINGGU, 15 MEI 2022 | 12:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Koalisi Partai Golkar, PPP dan PAN disinyalir ingin memberikan kode ke publik dan bagian dari upaya negosiasi dengan gerbong besar partai politik, untuk bergabung menentukan calon presiden dalam pertarungan Pemilu 2024 mendatang.

Peneliti Populi Center, Rafif Pamenang Imawan menuturkan, dari sisi kepartaian Golkar adalah partai yang cukup kuat dan punya akar lama dan selalu mendapatkan kursi parlemen. Berbeda juga dengan PPP dan PAN yang kemudian harus berjuang mendapatkan atau melewati angka parliamentary threshold.

“Jadi saya rasa dari sisi Golkar ini adalah bagian dari negosiasi dengan gerbong besar nanti, misalnya gerbong besar koalisi untuk presiden mendatang,” kata Rafif kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/5).


Rafif menambahkan, untuk PPP dan PAN juga memiliki pesan bahwa keduanya siap untuk berada dalam satu gerbong.

Khusus untuk PAN, walaupun sudah mendukung pemerintahan saat ini, tapi belum mendapatkan kursi menteri. Artinya, dengan bergabung dalam poros ini, PAN ingin memberi pesan kuat untuk publik mengenai posisinya itu.

Selain itu, dengan mencetuskan koalisi tiga partai ini, Baik Golkar, PPP, maupun PAN tengah berupaya menarik atensi publik dan juga partai politik untuk bergabung.

"Saya rasa itu, ini ada upaya ketiganya untuk menarik atensi publik dan termasuk juga menarik atensi parpol lain, terutama seperti PDIP dan Gerindra yang sudah komunikasi intensif akhir-akhir ini,” tutupnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya