Berita

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dinilai tidak pantas nyapres karena minim prestasi/Net

Politik

Singgung Ganjar Pranowo, Muslim Arbi: Bingung Juga Kalau Gubernur tanpa Prestasi Ngotot Nyapres

RABU, 11 MEI 2022 | 14:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tanpa prestasi memimpin sebuah provinsi dan hanya mengandalkan pencitraan, Ganjar Pranowo dianggap tidak pantas jika ngotot ingin mengikuti kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah dianggap tidak mempunyai karya monumental yang ditinggalkan setelah selesai masa jabatannya, tidak seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Anies punya JIS, Jaklingko, Rumah DP 0 persen, Formula E, Museum Nabi Muhammad; Ridwan Kamil, punya 'Petani Milenial 4.0'; Khofifah Indar Parawansa dengan 'Indonesia Islamic Science Park' di Madura. Ganjar tidak meninggalkan karya monumental apapun selain Provinsi dengan indeks kemiskinan tertinggi, Wadas, Kendeng, juga jejak Perkara di KTP-elektronik," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (11/5).


Sehingga, Muslim mempertanyakan apa yang bisa "dijual" oleh Ganjar jika tetap ngotot maju menjadi calon presiden atau calon wakil presiden di Pilpres 2024 mendatang.

"Jadi kalau Ganjar ngotot Capres, apa yang mau dijual? Pencitraan apa yang akan ditawarkan? Bingung juga kalau Gubernur tanpa prestasi tapi ngotot nyapres," kata Muslim.

Menurut Muslim, gaya yang dilakukan oleh Ganjar mirip seperti Presiden Joko Widodo yang jualan mobil Esemka saat memimpin Solo.

"Publik tertipu sampai saat ini. Nanti Ganjar bisa bilang 'kemiskinan di Jawa Tengah akan mudah diatasi kalau saya presiden', kaya Jokowi yang bilang akan atasi banjir setelah jadi Gubernur. Toh setelah jadi Gubernur DKI malah tinggalkan DKI dan banjir malah diatasi Anies," jelas Muslim.

Muslim meyakini, yang akan dilakukan oleh Ganjar adalah pencitraan seperti Jokowi. Padahal semestinya, selama dua periode sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar seharusnya bisa mengatasi kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah.

"Alih-alih mengatasi, malah kemiskinan makin parah. Fakta-fakta itu bicara dan Ganjar tidak perlu mencalonkan diri sebagai capres kalau malu. Apalagi kalau kasus KTP elektronik diproses tuntas akan bisa nyusul ke penjara seperti Setya Novanto," pungkas Muslim.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya