Berita

Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam/Net

Politik

Jangkar Penentu Koalisi Pilpres 2024, Golkar Disarankan Terbuka Memainkan Peran Politiknya

SELASA, 10 MEI 2022 | 22:14 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Partai Golkar dipandang bisa menjadi jangkar penentu pasangan Pilpres 2024. Pandangan ini muncul usai ada pertemuan antara Ketua Umumnya Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beberapa hari lalu.

Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam mengusulkan agar Golkar perlu membuka berbagai skema kemungkinan dan tidak langsung mengunci nama Airlangga sebagai Capres sebagai "harga mati".

Menurut Umam, Airlangga bisa memainkan peran sebagai "king maker" dalam proses pembentukan koalisi. Secara teknis, ia membuka peluang dirinya sebagai Capres tetapi sekaligus membuka peluang tokoh-tokoh muda yang lain seperti Anies, Ganjar atau bahkan AHY.


"Untuk maju sebagai Capres dalam Pilpres 2024 mendatang. Dinamika politik yang terus dikawal akan menentukan, dimana Golkar dan Demokrat bisa menjadi jangkar," demikian kata Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/5).

Ia melihat jika basis koalisi Golkar-Demokrat menguat, tidak menutup kemungkinan Nasdem, PAN, PPP dan juga PKS bisa ikut dalam gerbong mereka.

Meski demikian, peluang untuk mengusung Ganjar Pranowo perlu ditinjau ulang. Sebab, berpotensi menciptakan resistensi politik dari PDIP.

Umam pun mengusulkan alternatif pasangan yang bisa dipertimbangkan adalah Anies-AHY. Apalagi keduanya terbukti memiliki bekal elektabilitas memadai dalam sejumlah simulasi pasangan Capres-Cawapres di berbagai survei nasional.

"Maka Golkar bisa ikut menjadi jangkar sekaligus motor utama pengusung skema Capres-Cawapres potensial ke depannya, agar memastikan Golkar tetap berada di pihak yang memiliki kemungkinan besar untuk memenangkan pertarungan," pungkas Dosen Universitas Paramadina ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya