Berita

Presiden Jokowi saat sowan ke Megawati dalam rangka idulfitri 1443 Hijriyah/Net

Politik

Robi Sugara: Jokowi-Megawati King Maker Pilpres 2024, Prabowo-Puan Potensial jadi Titik Temu

SELASA, 10 MEI 2022 | 21:38 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Usai kedatangan Ketua Umu Partai Gerindra Prabowo Subianto silaturahim lebaran pada Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, muncul berbagai spekulasi politik.

Salah satu skema politik yang mengemuka adalah berpotensinya Jokowi dan Megawati Soekarnoputri mejadi king maker penentu pasangan calon presiden (Capres) dan Cawapres PDIP untuk pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Robi Sugara berpendapat, Jokowi dan Megawati Soekarnoputri akan memiliki peran penting dalam pertarungan Pilpres 2024 mendatang.


Kedua tokoh itu, kata Robi memiliki kemampuan politik untuk menentukan sosok penentu siapa pasangan Capres dan Cawapres 2024.

"Keduanya adalah king maker," demikian kata Robi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1-/5).

Menurut Robi, Presiden dua periode yang diusung PDIP, Jokowi memiliki pendukung militan. Dengan demikian, pendapat Jokowi akan sangat dipertimbangkan dalam menentukan pasangan calon yang diusung partai banteng pada Pilpres 2024.

"Sementara itu, Megawati sebagai Ketua Umum PDIP selain memiliki suara terbanyak dalam pemilu kemarin, partai ini memiliki pengikut yang ideologis dan satu komando," kata dia.

Ia pun menilai pilihan rasional secara politik dari dua king maker ini adalah memadukan antara Prabowo Subianto-Puan Maharani dalam Pilpres 2014. Sebab, dua tokoh ini berpeluang berpasangan untuk dikawinkan dalam menghadapai Pilpres 2024 mendatang.

Bagi Jokowi, Prabowo dan Puan adalah orang dekat yang pernah menjadi anak buahnya. Sebelum menjabat sebagai Ketua DPR, Puan pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada kepemimpinan pertama Presiden Jokowi, 2014-2019.

"Boleh dikatakan Presiden Jokowi puas dengan kinerja Puan karena ia terus dipakai sampai akhir masa jabatan periode pertama. Puan tak dipilih lagi sebagai menteri semata karena terpilih sebagai Ketua DPR," kata Robi.

Sementara itu, Prabowo juga adalah menteri pertahanan di kabinet Presiden Jokowi saat ini. Meski Jokowi dan Prabowo pernah bertarung sengit di Pilpres 2014 dan 2019, namun hubungan keduanya tetap terjalin baik.

"Dan pilpres 2024 adalah waktu yang pas bagi Jokowi yang tak bisa mencalonkan lagi untuk memberikan kesempatan bagi Prabowo," katanya.

Selain itu, Robi melihat jika sosok Prabowo-Puan nantinya memenangi pemilu, maka tak perlu diragukan program-program Jokowi akan tetap berjalan. Salah satunya adalah megaproyek pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan.

"Presiden Jokowi tak perlu khawatir proyek-proyek yang sudah ia bangun jadi terbengkalai setelah ia turun dari kekuasaan," kata Robi.

Sementara itu, bagi Megawati, mengusung sosok Puan yang tak lain adalah putrinya sendiri tentu adalah pilihan paling logis.

Pandangan Robi, tidak ada kader PDIP lain selain Puan yang saat ini layak untuk diusung di Pilpres 2024.

Diusungnya Puan bisa melanjutkan tradisi keluarga Soekarno sebagai pemimpin bangsa ini. Meski demikian, tidak bisa dipandang bahwa Puan layak diusung di Pilpres hanya karena memiliki darah Soekarno.

"Puan juga layak diusung karena sudah berpengalaman sebagai menteri hingga Ketua DPR," katanya.

Sementara itu, Prabowo juga bukan orang asing bagi Megawati. Sebab, Megawati-Prabowo pernah berpasangan sebagai calon presiden dan wakil presiden pada 2009 lalu.

"Kini saat yang tepat untuk kembali mengulang sejarah dengan memasangkan Prabowo dan Puan Maharani sebagai calon presiden dan wakil presiden 2024," kata Robi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya