Berita

DPP GAMKI saat audensi dengan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, H.E Dr. Ina Lepel/RMOL

Politik

Bertemu Dubes Jerman, GAMKI Bahas Perang Rusia-Ukraina, Pelaksanaan KTT G20 hingga Stunting

SELASA, 10 MEI 2022 | 14:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) melakukan audiensi dengan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, H.E Dr. Ina Lepel,  di Kedutaan Besar Jerman, Jakarta beberapa waktu lalu.

Mengawali pertemuan, Ina Lepel menyampaikan terimakasih atas kunjungan yang diiniasi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI untuk membicarakan beberapa program prioritas GAMKI dan isu-isu internasional yang sedang berlangsung saat ini.

Ketua Bidang Keadilan dan Perdamaian DPP GAMKI Ronald Rischard Tapilatu menjelaskan tentang program Pusat Studi dan Sekolah Keadilan-Perdamaian yang akan diluncurkan (launching) pada pelaksanaan Dies Natalis ke-60 GAMKI di Balikpapan, Kalimantan Timur, 20 Mei mendatang.


"Sekolah Keadilan dan Perdamaian angkatan pertama akan dilaksanakan secara hybrid dan diikuti peserta dari seluruh Indonesia, baik dari anggota GAMKI maupun dari organisasi lintas agama lainnya. Para pembicara berasal dari berbagai latar belakang organisasi dan kompetensi," demikian penjelasan Ronald Selasa (10/5).

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Umum DPP GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat membahas tentang Sustainable Development Goals (SGDs) yang telah dirumuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai agenda pembangunan dunia pasca 2015.

Sahat menyampaikan salah satu isu SDGs yang menjadi perhatian GAMKI adalah persoalan stunting dan kualitas pendidikan.

"DPP GAMKI periode ini fokus kepada isu rendahnya kualitas pendidikan dan persoalan stunting di beberapa daerah tertinggal dan terluar di Indonesia. GAMKI sangat terbuka dengan kerjasama dalam menyelesaikan persoalan pendidikan dan stunting," ujarnya.

Sahat juga menyampaikan keprihatinan keluarga besar GAMKI dan masyarakat Indonesia terkait Perang Rusia-Ukraina yang selain menelan korban jiwa, juga memberikan dampak sosial, politik, dan ekonomi terhadap masyarakat global.

GAMKI, kata Sahat berharap Rusia dan Ukraina dapat menyelesaikan persoalan mereka dengan solusi damai, bukan dengan senjata yang akan menelan banyak korban jiwa dari rakyat sipil.

Pihaknya  mendorong Pemerintah Jerman bersama negara-negara dunia lainnya untuk mendesak kedua pihak melakukan gencatan senjata dan melakukan negosiasi damai.

Sahat juga menyinggung pelaksanaan KTT Group of 20 (G20) pada bulan November di Bali dimana pemerintah Indonesia selama satu tahun sejak 2021 dipercaya menjadi Presidensi G20.

"Kami berharap negara-negara yang hadir dalam G20 dapat melakukan kerjasama untuk pemulihan kondisi ekonomi pasca pandemi COVID-19, serta membahas dan mencari solusi atas isu-isu aktual, salah satunya terkait Perang Rusia-Ukraina ini," lanjutnya.

"GAMKI mendukung pemerintah Indonesia dan pemerintah Jerman dapat terus menjalin kerjasama dalam berbagai bidang, secara khusus berperan dalam penyelesaian Perang Rusia-Ukraina," pungkas Sahat.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya